Polisi Temukan Alat Kontrasepsi di Kamar Alfi

@Tataa_chubby

@Tataa_chubby

POJOKSATU.id, DEPOK – Polisi menemukan sejumlah alat bukti di kamar kos Deudeuh Alfi Sahrin (26) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin. Di antara buktibukti tersebut terdapat dua hal yang diduga milik pembunuh Alfi, yakni sperma dan alat kontrasepsi. “Dari hasil olah TKP, kami temukan ada alat kontrasepsi dan sisa sperma,” kata Kapolsek Metro Tebet, Komisaris I Ketut Sudarma saat dihubungi, Senin (14/3) malam.

Sisa sperma tersebut nantinya bisa dijadikan alat bukti kuat soal pembunuhan terhadap Alfi. Namun, polisi belum berani menyimpulkan pelaku pembunuhan. “Kami belum bisa simpulkan pembunuhnya,” kata Ketut. Dari pemeriksaan terhadap enam saksi, polisi masih belum bisa memastikan pekerjaan Alfi. “Enggak tahu pekerjaannya juga. Pemeriksaan saksi-saksi juga enggak ada yang mengarah ke sana,” ucap Ketut.

Selain kedua barang tersebut, polisi juga menemukan selimut, kabel, kaus kaki, dan buku catatan. Dari buku tersebut, dugaan yang beredar menunjukkan bahwa Alfi mencatat beberapa nomor dan aktivitasnya selama ini. “Bukan buku tamu, tetapi itu sekadar coretan nonformal saja,” kata Ketut.

Alfi ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15-C Nomor 28 RT7/RW10 Tebet Timur, Jakarta Selatan. Perempuan tersebut ditemukan terbujur kaku di kamar kosnya, tanpa busana, dan terikat kabel. Mulutnya disumpal dengan kaus kaki.

Keluarga dari Alfi alias Evi atau Empi, perempuan yang tewas dibunuh di kamar kosnya di Tebet, tak percaya bahwa Alfi bekerja melayani tamu-tamu pria.“Kami keluarga benar-benar enggak percaya dan menyangka kalau dia seperti itu atau bekerja seperti itu,” kata Laila (31), sepupu Alfi.

Menurut Laila, melalui pesan singkat BlackBerry Messenger (BBM) beberapa bulan lalu, Alfi sempat mengatakan kepadanya kalau ia mendapat pekerjaan baru menjadi kasir salah satu restoran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

“Memang saya enggak pernah ke tempat kerjanya, tetapi kalau saya telepon saat jam kerja, dia biasanya bilang, ‘Lagi sibuk, Kak, lagi kerja.’ Makanya saya percaya dia kerja di restoran,” kata Laila.

Hal senada dikatakan Anjar Nur Soleh (65), ayah angkat Alfi. “Kami enggak menyangka kalau dia bekerja begitu. Setahu kami, dia pernah kerja di restoran dan di mal atau apa,” kata Anjar. Menurut Anjar, keluarga menganggap Alfi sebagai perempuan tangguh dan sudah dewasa.

Mereka percaya Alfi bekerja sesuai dengan norma agama. “Jadi, kami enggak percaya kalau dia memang bekerja begitu,” ujar Anjar. Ibu angkat Alfi, Baridah Basyir (63), menuturkan, Alfi adalah perempuan yang mandiri dan selalu teguh mengejar mimpinya. “Kami enggak percaya kalau caranya seperti ini,” kata dia singkat.

Apa pun pekerjaan Alfi, kata Baridah, keluarga berharap pelaku pembunuhan berhasil dibekuk polisi. “Kami mau pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal sesuai hukum yang berlaku,” kata Baridah.

(kcm)

Feeds