IS, UN di Polsek Sukmajaya

Ilusterasi

Ilusterasi

POJOKSATU.id, JALANI UN : Salah seorang pelaku begal, IS saat menjalani UN hari pertama di Mapolsek Sukmajaya, kemarin. Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo terlihat mengawasi jalannya UN. Hal ini terpaksa ia lakoni, setelah dia terjerat masalah hukum karena menjadi pelaku begal. Saat menjawab soal demi soal, IS seruap dengan pelajar pada umunnya. Dia menanggalkan baju tahanannya, diganti dengan seragam putih abu-abu yang biasa ia pakai sehari-hari, ketika masih menghirup udara bebas.

Selepas ujian, IS mengaku jika soal Bahasa Indonesia yang ia kerjakan, tak terlampu sukar. “Tak ada persiapan khusus untuk ikut ujian. Saat masih di kelas, ada beberapa materi pelajaran yang saya hafal kok,” ungkapnya kepada Radar Depok. Ke depan, IS mengaku siap melanjutkan hidup jika sudah lepas dari kungkungan jeruji besi. Dia ingin sekali melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. “Kalau lulus, saya ingin kuliah di ISI. Saya memang mau jadi seorang seniman,” paparnya.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo mengatakan, meski berada di dalam sel, pihaknya tak akan membatasi seseorang dalam menempuh pendidikan. Baginya, di usia yang masih muda, IS masih memiliki catatan panjang untuk menjalani hidup. “Kami dari Polri akan memberi ruang bagi tahanan untuk mengikuti ujian,” ucap Kapolsek.

Sebagai informasi, medio Februari silam, IS bersama dua rekannya, DF dan DP ditangkap jajaran Polsekta Sukmajaya kala mau beraksi ; membegal korbannya, di sekitaran Grand Depok City (GDC). Berbeda dengan IS, DF dan DP tak menjalani UN karena keduanya berstatus sebagai pelajar SMK. Mereka butuh praktek, karena statusnya sebagai pelajar perhotelan. “Keduanya (DF dan DP) mau ikut ujian persamaan atau paket C,” tandas Kapolsek.

(jun)

Feeds