Capek Liat Komputer Terus

ilusterasi

ilusterasi

POJOKSATU.id,DEPOK – Siswa kelas XII tahun ajaran 2014 – 2015, mendapatkan pengalaman baru sebagai angkatan pertama yang ujian nasional (UN)-nya, menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Berbagai macam pendapat siswa tentang UN CBT ini, mulai dari ada yang senang karena lebih mudah dan ada juga siswa yang tidak terbiasa dengan berhadapan dengan komputer berlama-lama.

Siswa kelas XII IPA 2 SMAN 2 Depok, Hauwla Husnulkhotimah mengatakan, di UN CBT, siswa menjadi lebih mudah dan memiliki waktu yang panjang untuk mengerjakannya. Karena di UN CBT ini, siswa tidak repot lagi harus menghitamkan bulatan jawaban yang dipilihnya, terutama untuk mengisi identitas yang di UN konvensional lebih memakan waktu yang cukup lama.

“Awalnya deg-degan, tetapi karena sudah melakukan simulasi UN CBT meberapa kali di sekolah (SMAN 2,red). Menjadi lebih mudah untuk mengerjakannya dan juga tidak terburuburu,” ucapnya kepada Radar Depok. Hauwla mengatakan, soal-soal dalan UN CBT di hari pertama yang merupakan mata pelajaran Bahasa Indonesia, tidak terlalu susah. Karena, bobot soalnya tidak jauh berbeda dengan soal yang diberikan sewaktu simulasi UN CBT di SMAN 2 Depok.

“Soalsoal di UN CBT mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak panjang-panjang kok, sama saja seperti UN konvensional,” katanya. Ditempat yang berbeda, siswa kelas XII Teknik Audio Video (TAV) 1, SMKN 2 Depok, Cipta Andhika mengaku, dirnya merasa tidak biasa dengan UN CBT ini.

Karena matanya merasa lebih lelah karena harus melihat komputer dengan durasi yang cukup lama, yakni 2 jam. Apalagi di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, soalnya panjang-panjang dan harus dibaca dengan jelas. Sehingga, mata lebih sering melihat komputer, karena harus membaca soal dengan teliti. “Mata lelah, karena harus melihat komputer terus untuk membaca soalnya.

Tetapi waktu untuk mengerjakan lebih panjang. Karena tidak repot harus menghitami lingkaran yang seperti di UN konvensional,” singkatnya. Senada, Siswa SMAN 1 Depok, Ghozi Purnomo Aji mengatakan, matanya perih melihat monitor komputer terlalu lama pada saat pelaksanaan UN CBT.

Sedangkan, untuk soal di UN CBT pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, lebih mudah ketimbang soal-soal yang diberikan pada saat pelaksanaan simulasi.Dirinya pun mengaku tidak bingung saat mengerjakan soalnya. “Tampilannya sama saja seperti saat simulasi. Jadi, tidak ada kebingungan saat ngerjain soal, hanya ,mata cukup sakit meliat layar monitor terlalu lama,”katanya.

(peb/mg1)

Feeds