13 Siswa UN di Pondok Rajeg

SERIUS UN : Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Paket C di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Senin (13/4). Sebanyak 13 peserta didik tingkat menengah binaan Sekolah Master mengikuti UN hari pertama guna mendapatkan kesetaraan pendidikan setingkat SMA.

SERIUS UN : Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Paket C di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Senin (13/4).

POJOKSATU.id, DEPOK – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Paket C setara SMA/SMK dijalani 13 peserta didik binaan Sekolah Masjid Terminal alias Master, di Lembag Pemasyarakatan Kelas IIA Pondok Rajeg Cibinong Bogor, kemarin. Salah satu Pembina Sekolah Master, Sugeng menuturkan, UN Paket C dimulai pukul 13.00 WIB. Sebelumnya dibekali tata cara pengerjaan soal secara manual dengan dua mata pelajaran, Bahasa Indonesia dan Geografi.

Ini merupakan UN tahun kedua digelar di Lapas Pondok Rajeg yang diikuti peserta binaan Sekolah Master.“Sebelumnya, sekitar 17 siswa ikut UN di tempat yang sama. Total peserta didik binaan di Pondok Rajeg sekitar 53 anak, dan yang ikut UN ada 13 anak,” paparnya kepada Radar Depok.

Tidak hanya itu, ada juga dua siswa SMA di Depok yang melaksanakan UN di Lapas Pondok Rajeg. Yaitu FH dan YN, menjalani UN Bahasa Indonesia didampingi tiga pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Keduanya tampak menggunakan kemeja putih, serius mengerjakan soal yang dimulai pukul 07.30 WIB di sebuah ruangan khusus.

Kasi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Pondok Rajeg, Maulana menuturkan, UN digelar sebagai bentuk kepedulian pihaknya guna memberikan hak kepada setiap anak mengikuti UN. “Walaupun mereka ada di lapas, tapi tetap bisa mendapatkan haknya menjalani UN,” ungkap Maulana.

Pihaknya juga melakukan pemantauan kepada kedua anak untuk belajar sebelum menghadapi UN. Keduanya ditempatkan di ruang tahanan khusus agar bisa berkonsentrasi. “Mereka mendapatkan buku-buku dari sekolah mereka untuk belajar,” tandasnya.

Maulana menambahkan, kedua anak tersebut baru sebulan menjalani hukuman di Lapas Pondok Rajeg. Tapi, Maulana enggan menyebutkan kasus apa yang menjerat kedua anak tersebut. “Total disini ada 28 napi anak. Ada 13 napi juga yang menjalani UN paket C. Ujian akan dilakukan selama 3 hari sesuai jadwal,” tegasnya.

(gun/**)

Feeds