Tes Wawancara Dinilai Lebih Sulit

ilusterasi

ilusterasi

POJOKSATU.id, DEPOK – Sembilan calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok tengah bersiap menjalani tes selanjutnya. Usai sebelumnya, Senin (6/4), menjalani tes tertulis. Para calon wasit di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Depok 2015 ini, siap-siap melakoni tes wawancara, Kamis (16/4).

Salah seorang calon Panwaslu Kota Depok, Masturo menilai, ujian kali ini (wawancara) dinilai lebih sulit ketimbang saat tertulis lalu. Karena, setiap calon akan langsung berhadapan langsung dengan penguji dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat. Nah, sistem face to face inilah yang membuat ujian menjadi sulit.

”Kami harus menjawab langsung materi pertanyaan dari pengujim,” ungkapnya kepada Radar Depok, tadi malam. Sebagai persiapan, lanjut Masturo, dirinya rutin menghafal aturan-aturan Pemilu, termasuk aturan yang baru saj direvisi.

Nantinya, pada tes wawancara, sembilan calon tersisa akan dikerucutkan menjadi enam calon saja. ”Kami memang akan disaring lagi. Dulu, sebelum tes tertulis, calon Panwaslu Depok mencapai 13 orang,” bebernya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, tes wawancara tersebut akan dijalani serentak dengan daerah lain seperti Cianjur dan Tasikmalaya. ”Sebab dua wilayah ini juga menggelar pemilukada serentak di tahun 2015,” cetusnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sofyan Sjaf mengaku, tes pemilihan panwalu. Sebab, Panwaslu Depok nanti memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan pemilukada. ”Tentu harus dilakukan seketat dan sedisiplin mungkin,” katanya.

Lebih jauh ia berharap, orang yang terpilih merupakan orang yang benar-benar memiliki kredibilitas dalam menjalani amanat sebagai pengawas pemilukada, khususnya pada pemilukada Kota Depok nanti. ”Mesti orang-orang yang amanat,” tandasnya.

  1. (yan)

Feeds