Korban Penembakan SPBU Tapos Masih Kritis

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, DEPOK – Selepas menjalani operasi pengangkatan tiga butir peluru di tubuhnya. Sampai saat ini, kondisi Joso Santoso (31), karyawan SPBU yang menjadi korban perampokan di Jalan Ciherang, RT01/05, Kelurahan Sukatani, Tapos, terus dipantau tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Nah ihwal kelanjutan kasus ini. Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah mengaku jika pihaknya masih menunggu kondisi korban. Pasalnya, Joko pastinya tahu identifikasi dari pelaku yang menyerangnya, Rabu (8/10) ”Korban belum bisa bicara dan dimintai keterangan untuk dapat mengidentifikasi pelaku,” kata Kapolres. Senada diutarakan oleh Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim mengatakan Joko memang merupakan saksi kunci dalam kasus ini.

Meski begitu, kami akan juga periksa saksi-saksi lain,” beber dia.Seperti diberitakan sebelumnya, Joko kesehariannya berdinas di SPBU nomor 34.16917 itu, diserang perampok ketika mengendarai motor Vespas bernopol B 4263 ED.

Dari insiden itu, korban mendapat sekitar empat luka tembak (dua di punggung, satu di bawah ketiak, dan satu lagi di paha) serta sabetan senjata tajam. Pada peristiwa ini, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor, berhasil merampas tas plastik hitam yang dibawa Joko. Perampok itu mengira tas hitam itu berisi uang ratusan juta hasil laba SPBU.

Tapi ketika itu, Joko kebetulan tak membawa uang. Dirinya cuma membawa pakaian kotor yang tersimpan di dalam plastik. Memang, pada pekerjaannya, Joko yang mempunyai jabatah sebagai pengawas, setiap harinya bertugas membawa uang dalam jumlah besar untuk disetorklan ke bank di bilangan Jalan Margonda.

(jun)

Feeds