Janda Cantik Depok Tewas Dibekap

DUKA MENDALAM: Kediaman Kakak Kandung Mpie, Muhammad Iqbal di Gang Manggah RT05 RW12 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Kemarin, jenazah Mpie disemayamkan disini sebelum dimakamkan di TPU sekitar. INSERT: Orang tua angkat korban, Baridah Basyir (62) dan Anjar Soleh Nur (65) usai menyambangi makam Mpie.

DUKA MENDALAM: Kediaman Kakak Kandung Mpie, Muhammad Iqbal di
Gang Manggah RT05 RW12 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas.

POJOKSATU.id, DEPOK – Dugaan pembunuhan terhadap Deudeuh Alfi Syahrin (26) makin terang benderang. Deudeuh, perempuan yang ditemukan tewas di sebuah tempat kos di kawasaan Jalan Tebet Utara Nomor 15 C RT07 RW10, Tebet, Jakart Selatan Sabtu (12/4) malam, diduga kuat tewas kehabisan oksigen lantaran dibekap.

Berdasarkan hasil visum dan otopsi RSCM (Rumah Sakti Cipto Mangunkusumo), Mpiesapaannya- kemungkinan besar dibunuh dengan cara dibekap dimulut dan hidungnya. Entah itu menggunakan kain ataupun barang lainnya.

“(Hasil visumnya) kata dokter gak ada bekas jeratan apapun di lehernya. (Meninggalnya) Garagara kehabisan oksigen,” ujar Kakak Kandung Korban Muhammad Iqbal (42) ditemui Radar Depok di kediamannya di Jalan STM, Gang Manggah, RT05 RW12, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas usai pemakaman Mpie.

Iqbal mengatakan, pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa tim dokter telah memastikan tak ada bekas luka lebam di wajah dan kepala. Hanya saja, tambah Mpie, di lengan kanannya terdapat luka memar. “Kemungkinan adik saya melawan (ketika hendak dibunuh),” tambah dia.

Ia menambahkan, adiknya tersebut sudah lima tahun tak tinggal bersamanya. “Sempat tinggal bareng saya juga di Pondok Terong (Cipayung). Setelah itu pindah kesini (Gang Manggah, Pancoranmas) sebelum akhirnya tinggal sendiri di Jakarta,” jelas dia.

Dipaparkah Iqbal, sejak bercerai dengan suaminya Soni, tahun 2007 lalu, Mpie kerap tinggal berpindah-pindah mulai dari apartemen dan tempat kos. “Dia pernah tinggal di apartemen Kalibata dan kos di beberapa tempat di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Terakhir memang dia kos di Tebet,” kata Iqbal. Menurut Iqbal, dari perkawinannya dengan Soni pada 2004 lalu, mereka dikaruniakan seorang anak laki-laki. “Sekarang anaknya umur 10 tahun dan dirawat sama mertuanya Mpie. Soalnya dia sendiri kerja jadi kasir rumah makan sama beberapa kerjaan sampingan di tempat kosannya,” kata Iqbal.

Minggu (13/4) pagi kemarin, jenazah Mpie dibawa pihak keluarga ke rumah sang kakak, Iqbal untuk disemayamkan. Siang harinya sekitar pukul 14:30, Mpei dimakamkan di TPU Wakaf Kampung Lebak, RT06 RW12, Kelurahan Depok, Pancoranmas.

Sementara itu, Ayah angkat korban, Anjar Soleh Nur (65) mengungkapkan, dari keterangan sejumlah rekan kosan Mpie dan aparat kepolisian, diketahui kalau seluruh barang berharga anaknya itu hilang. Tiga smartphone Mpie ; satu iPhone dan dua smartphone jenis Samsung raib. Selain itu, perhiasan milik anaknya juga tak diketemukan.

“Teman-teman kosannya bilang, Mpie punya emas liontin, cincin, sampai anting. Semuanya gak ada. Saya pikir ini sudah menjurus ke pembunuhan dan perampokan,” ungkapnya kepada Radar Depok di rumah Iqbal. Polisi Telusuri Pelaku Pembunuhan Mpie Kapolsek Tebet I Ketut Sudarma mengatakan, hingga kini pihaknya masih menelusuri pelaku dan motif pembunuhan terhadap Mpie.

“Korban ditemukan di lantai kamar dalam keadaan telanjang, tertutup selimut. Leher korban terlilit kabel warna hitam, mulut jug adisumpal kaus kaki,” ujar Kapolsek. Dia menduga, Deudeuh dibunuh sebelum ditemukan tewas. Pasalnya saat ditemukan, kondisi jenazah korban tidak wajar. “Diduga kuat dibunuh, karena kematiannya tidak wajar. Kita masih lakukan penyelidikan mengenai pelaku,” bebernya.

(mg1/bry/jun)

 

Feeds