Jalan Margonda Kembali Disisir

AKAN DITERTIBKAN: Kondisi Jalan Margonda yang semrawut akibat banyaknya banguan melanggar. Dalam waktu dekat, ratusan kios akan segera ditertibkan oleh Pemkot Depok.

AKAN DITERTIBKAN: Kondisi Jalan Margonda yang semrawut akibat banyaknya banguan melanggar. Dalam waktu dekat, ratusan kios akan segera ditertibkan oleh Pemkot Depok.

POJOKSATU.id, DEPOK – Dinas Tata Ruang dan Pemukiman bersama Satpol PP Kota Depok, hari ini, bakal kembali memonitoring bangunan yang siap bongkar di sepanjang Jalan Margonda Raya, yang melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB). Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Distarkim Kota Depok, Citra Indah mengatakan, sebelumnya pemerintah telah melakukan pengawasan di Jalan Raya Margonda, dari kawasan Ramanda hingga Gang Kedondong.

”Dalam pengawasan itu sudah ada enam yang siap bongkar. Kami lihat besok (hari ini) apa mereka bongkar atau tidak” jelasnya kepada Radar Depok, kemarin. Setelah melakukan monitoring, distarkim bakal melakukan rapat OPD terkait untuk membahas rencana penertiban bangunan di jalan tersebut.

Sebagian, kata Citra, sudah ada yang siap membongkar sendiri dan masih tetap keukeuh mempertahankan bangunan. ”Setelah melakukan rapat, kami akan eksekusi untuk membongkar bagi yang telah mendapatkan surat teguran ketiga” terangnya.

Bangunan di sekitar Ramanda, lanjutnya, bakal diprioritaskan untuk dibeli Pemkot Depok. Dari hitungan Tim Apraisal, pasaran tanah di sekitar itu mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta. Seperti diketahui, Distarkim Kota Depok telah menginventarisir bangunan yang ada di Jalan Margonda pada tahap pertama, yakni terdapat 284 bangunan.

Sebagian besar dari bangunan tersebut dijadikan tempat usaha sektor perdagangan dan jasa. Dari jumlah total bangunan tersebut, dibagi ke dalam dua koridor, yakni Koridor Barat yang meliputi daerah Ramanda 9Jalan Juanda, dan Koridor Timur yang meliputi daerah Jalan Juanda-Universitas BSI.

Di Koridor Barat, terdapat 145 bangunan, dimana 94 diantaranya memiliki IMB, sedangkan 51 lainnya tidak memiliki IMB. Di Koridor Timur, terdapat 139 bangunan, dimana 76 diantaranya memiliki IMB, sedangkan 63 lainnya tidak memiliki IMB.

Berdasarkan survei primer yang telah dilakukan, terdapat bangunan yang akan habis bila aturan GSB sepanjang 10 meter dari tepi jalan ditegakkan. Terhadap bangunan ini, rencananya akan dilakukan pembebasan lahan. Nantinya, lahan bekas bangunan tersebut akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau atau tempat parkir.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Nina Suzana mengatakan, telah memaping bangunan dari hasil pemetaan di Jalan Raya Margonda ruas timur tersebut. “Dari maping tersebut sudah ada yang siap dibongkar dan membongkar sendiri,” jelasnya. Selain memberikan surat pernyataan, dia mengatakan, pemetaan juga dilakukan untuk melihat jenis IMB setiap bangunan, serta karakteristik bangunan yang ada di lapangan.

Adanya perbedaan tahun keluar IMB, kemudian berbedanya ruang antara bangunan dan tepi jalan di sepanjang Jalan Raya Margonda, memerlukan perencanaan yang benar-benar matang untuk melakukan langkah penertiban. Bahkan, kata dia, ada beberapa bangunan yang belum menyampaikan perizinan yang dimiliki. “Untuk masalah itu kami akan tentukan kebijakannya setelah rakor Rabu besok,” tandasnya.

(ham)

Feeds