Siswi SMP Depok Korban Human Trafficking

ilusterasi

ilusterasi

POJOKSATU.id, DEPOK – M. Ichsan terlihat begitu emosional kala mengantarkan putrinya, M (14) membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolresta Depok, kemarin sore. Pria setengah baya ini begitu kesal Atas perbuatan keji yang menimpa anaknya itu.

M baru saja terbebas dari peristiwa paling mengenaskan selama hidupnya. Hampir dua bulan, remaja kelas 3 sebuah SMP di kawasan Citayam ini, menjadi korban penyekapan yang dilakukan oleh Z. Sadisnya, M nyaris saja dijual ke Palembang untuk dijadikan perempuan penghibur.

”Saya benar-benar tak bisa memaafkan perbuatn pelaku,” ujarnya kepada Radar Depok sembari menitikan air mata. Peristiwa bermula di suatu malam, dua bulan lalu.

Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 20:30, ketika pelaku datang menghampiri kediaman korban di sekitaran Citayam. Pelaku bermaksud mengajak korban untuk menikmati es krim. Sampai disana, belum terjadi gelagat keanehan.

Pasalnya memang, korban nyatanya mengenal pelaku. Ibu korban meminta agar korban tidak pulang terlalu larut. Jam berganti jam, korban tak kunjung pulang. Sang ibu yang mulai panik lantas menelpon Ichsan yang ketika itu sedang dinas malam.

Sebagai informasi, Ichsan bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah lembaga pemerintah. ”Saya ditelpon jika anak saya tak pulang-pulang, padahal sudah larut malam,” paparnya. Selama beberapa hari, korban tak kunjung diketahui rimbanya.

Sampai suatu saat, pelaku menelpon jika putrinya aman bersamanya. Ichsan diminta menyiapkan uang tebusan Rp10 juta jika ingin M kembali. telah diculik. ”Dia bilang kalau saya enggak transfer maka anak saya akan dibunuh atau dijual jadi pelacur ke Palembang,” ujarnya.

Selama disekap, lokasi korban selalu berpindah-pindah. Kadang di Kalideres, dan juga Jembatan Lima. Akses komunikasi korban dengan keluarganya juga diputus. Nah, kasus ini berhail terbongkar saat korban yang melihat pelaku lengah, berhasil keluar dari rumah dan meminjam ponsel salah seorang tetangga.

Dia memberi kabar jika sedang disekap di kawasan Cikupa, Tangerang. ”Anak saya bilang kalu dia sudah tak kuat dan minta dijemput. Dia (korban) sering dipukuli,” paparnya. Tak butuh waktu lama, Ichsan bersama polisi pun langsung menyisir sejumlah kamar kontrakan di Cikupa.

Total kontrakan yang mencapai 700 unit membuat Ichsan sedikit mendapat kesulitan. Karenanya, saat pencarian, tim memakai cara manual : ketok tiap satu pintu.

“Hampir tiap pintu kontrakan kita periksa. Saya sempat pasrah, namun ternyata ada salah satu warga yang mengenal foto anak saya. Dia bilang di kontrakan nomor tiga. Langsung kami menuju kesana. Ya Allah, kondisinya membuat saya sedih,” bebernya lagi.

Korban ditemukan dalam keadaan lemah dengan wajah lebam. Tubuhnya, lanjut Ichsan, demam cukup tinggi dan menggigil. “Anak saya diperlakukan seperti binatang. Tadinya, kalau malam ini saya enggak transfer uang tebusan, maka anak saya akan dijual. Katanya ingin dijadikan pelacur,” tegas dia.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, Iptu Elli Padiansari mengatakan, saat ini kasusnya tengah di dalami. Pelaku sendiri sudah diamankan dan tengah menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Terduga pelaku sedang kami periksa. Adapun ancaman yang akan kami kenakan yakni pasal 332 tentang penculikan junto pasal 81 tentang pencabulan yang diatur dalam UU Perlindungan Anak. Korban akan kami visum dulu,” tandasnya.

(jun)

Feeds