Sekolah di Depok Kekurangan Komputer

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, DEPOK – Kebijakan pelarangan pembelian komputer dan sejumlah perangkat lainnya untuk penyelenggaraan UN CBT (Computer Based Test/Berbasis Komputer), membikin sekolah di Depok kelimpungan.

Sekalipun telah memenuhi kelayakan untuk menggelar UN CBT atau UN Komputer, beberapa sekolah masih kekurangan dari segi kuantitas perangkat komputer.

Di SMAN 3 Depok misalnya, untuk melengkapi kebutuhan 140 PC komputer yang digunakan untuk UN Online, selain dari 40 PC komputer yang sudah ada di ruang laboratorium, pihaknya meminjam delapan PC dari ruang guru dan tata usaha, 10 laptop bantuan yang berasal dari pemerintah.

“Sedangkan, untuk sisanya, meminjam dari beberapa sekolah, seperti dari SMKN 1 Depok, SMPN 2 Depok dan SMPN 6 Depok,” ucap Wakil Kepala SMAN 3 Depok Bidang Kurikulum, Wiyartono kepada Radar Depok.

Total, SMAN yang berlokasi di Jalan Raden Saleh Kecamatan Sukmajaya ini meminjam 92 PC komputer dari sekolah lain. Itu belum termasuk dengan dua PC komputer yang digunakan
menjadi server.

“Jadi untukmenggelar UN Online, SMAN 3 Depok menggunakan 7 ruangan UNyang, tiap ruangannya berisi 20 PC komputer,” tambahnya. Wiyartono mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyiapakan genset/generator.

Genset itu sendiri setidaknya berkekuatan 80.000v. Ia menambahkan, SMAN 3 Depok sendiri sebenarnya mempunyai dua jalur aliran listrik, yang mana berkekuatan 16.000v dan 32.000v “Sempat dicoba saat simulasi (UN Komputer).

Tidak ada kendala tentang listrik,” jelas dia. Hal serupa juga terjadi di SMKN 2 Depok. Sekolah yang berada di kawasan Kecamatan Sawangan ini terpaksa harus meminjam komputer.

Sebab, untuk penyelenggaraan UN nanti, pihaknya membutuhkan 165 unit komputer yang dipergunakan 411 siswa kelas XII. “UN nya dibagi tiga shift per harinya. Disesuaikan dengan jumlah komputer,” jelas Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin kepada Radar Depok, kemarin.

Lantaran tak punya komputer dengan jumlah tersebut, jelas Tatang, ia mengaku sudah meminjam komputer ke SMPN 10. Terpisah, Kepala Dina Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila menjelaskan bahwa persentase jumlah siswa yang mengikuti UN Komputer masih kecil.

Sebab, dari hasil verifikasi Tim Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), baru 16 sekolah yang secara sarana dan prasarana layak. “Walapun untuk di Jawa Barat. Depok ini terbanyak (Sekolah yang Menggelar UN Komputer).

Sekitar 19 siswa yang ikut UN Komputer,” jelas dia kepada Radar Depok. Herry menargetkan bahwa di tahun 2016 mendatang, persentase jumlah siswa yang ikut UN Komputer bertambah secara signifikan. Untuk itu, Disdik siap melakukan peningkatan dari sisi sarana dan prasarana sekolah.

“Minimal 50 persen siswa bisa ikut (UN Komputer). Kalau untuk sekolah negeri, kami canangkan 100 persen siswanya ikut,” tambah pria yang sempat mengenyam pendidikan di Belanda ini.

Adapun untuk gelaran UN konvensional atau disebut dengan UN Tertulis, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang menjadi titik bongkar soal UN di Kota Depok, ada di UPT Pendidikan TK dan SD Kecamatan Cimanggis untuk jenjang pendidikan SD, SMPN 3 Depok untuk jenjang pendidikan SMP dan SMAN 1 Depok untuk jenjang pendidikan SMA.

Setelah itu, soal-soal akan dibagikan ke sub-sub rayon yang dibagi dua wilayah. Jumlah siswa yang mengikuti UN di Kota Depok sebanyak 72.027. Untuk tingkat SD atau sederajat jumlah peserta sebanyak 29.611, untuk tingkat SMP atau sederajat jumlah peserta sebanyak 25.409, dan untuk tingkat SMA atau sederajat, jumlah peserta sebanyak 25.409.

UN sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2015 untuk tingkat SMP, dan 13-16 April 2015 untuk tingkat SMA.

(peb/mg1)

Feeds