Perampok di Bojongsari Dibekuk Polisi

radar-DEPOK-10-april.PERAMPOK

JANGAN DITIRU: Kapolsek Sawangan, Komisaris Saderi saat menunjukan empat pelaku perampokan dari Ciledug di ruang Kanit Reskrim Polsek Sawangan, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK – Alih-alih menonton hiburan dangdut di Bojongsari, empat pemuda asal Ciledug, Tangerang dicokok jajaran Polsek Sawangan. Pasalnya, ketika perjalanan pulang, mereka melakukan perampokan disertai penganiayaan di Jalan Rotan RT1/7 Kelurahan Bojongsari Baru, Bojongsari, Kamis (9/4) dinihari.

Peristiwa tersebut bermula ketika Andi M Harfal (27) melintas di Jalan Raya Cinangka dari arah Parung menuju Ciledug menggunakan mobil bak terbuka nomor polisi B 9764 SAA. Ia dan kernetnya, Pratama membawa mesin foto copy yang hendak dikirim ke Bareskrim Mabes Polri.

Sekitar pukul 01:30 WIB, pelaku yang berjumlah empat orang mengendarai tiga sepeda motor tibatiba menghalangi ruas jalan. Saat Andi mengklakson
pelaku agar tidak menghalangi jalannya, mereka mukuli korban dan kernetnya. “Posisi mobil korban di Gang Rotan, Bojongsari Baru. Tiba-tiba kaca mobil diketuk pelaku yang menghampiri dengan motor dan langsung menghentikan mobil. Pelaku langsung memukul kedua korban hingga babak belur.

Kaca depan mobil juga dirusak dengan kayu,” kata Kapolsek Sawangan, Komisaris Saderi, kepada Radar Depok, kemarin.Saderi mengungkapkan, Andi mengalami luka cukup serius, wajahnya bonyok dan beberapa giginya patah lantaran dipukul dan ditendang pelaku. “Setelah korban tak sadar, mereka mengambil barang bengharga korban seperti dompet dan telepon genggam milik kedua korban. Setelah itu mereka kabur ke arah Parung,” jelas dia.

Sialnya, papar Saderi, tak jauh dari TKP Polisi keburu membaca gerak-gerik mencurigakan mereka. Lantaran panik, keempat pelaku sempat kabur. Seorang dari mereka, Eep Apriadi (20) berhasil diamankan. Beruntung, beberapa jam kemudian ketiganya diringkus berkat informasi dari Eep.

“Para pelaku juga dibawah pengaruh alkohol,” tambah Saderi.Adapun ketikga pelaku lainnya adalah Andris Nurdiansyah (20), Nur Fajri (21), dan Feriansyah (25). Ketiganya tidak berkutik dicokok buser pimpinan Kepala Tim Buser Sawangan,Aiptu Sudarsono di tempat tongkrongannya di daerah Ciledug, Tangerang.

Saderi menambahkan, barang bukti dua buah HP, dompet, mobil bak, serta tiga Unit sepeda motor yang digunakan pelaku berhasil diamankan di Polsek Saawangan. Yaitu Yamaha Fino kuning hitam, Nopol B 6207 WJJ, Honda Beat Biru hitam, Nopol B 6403 CJW dan Honda Beat hitam Nopol B 6359 VIM diamankan di Polsek Sawangan.

“Keempat pelaku dikenakan pasal 356 dan 170 dengan ancaman kurungan minimal tujuh tahun penjara. Sementara berdasarkan informasi, masih ada satu orang lagi, dan masih dalam pencarian,” tuntasnya.

Pelaku Berkilah, Korban Dituduh Menabrak Salah seorang pelaku, Fajri berkilah, dia bersama rekan-rekannya baru pulang dari nonton grup musik dangdut, dan melihat mobil grand max menyerempet rekannya. “Itu spontan. Namanya teman, tidak terima temannya diserempet dan menuntut ganti rugi.

Melihat dompet dan HP di aspal, dibawa saja,” kilahnya.Sementara korban, Andi mengatakan, sebelum kejadian suasana di lokasi kejadian sedang ramai warga. Seorang pelaku yang mengatakan telah menjadi korban tabrak lari oleh mobil yang dikendarai korban.

“Pelaku mengaku telah sengaja ditabrak sama saya. Tapi tidak, itu alasan pelaku saja. Langsung kami berdua dipukul dan ditendang hingga babak belur. Setelah itu pelaku mengambil dompet kulit milik kernek serta dua HP dan langsung kabur,” katanya.

Dia berharap kepada petugas yang menangani kasusnya dapat menghukum berat  pelaku yang telah ditangkap. “Kalau seperti ini saya tidak bisa kerja. Harus diberi hukuman setimpal,” harapnya.

(cky)

 

Feeds