Kuota Elpiji 3 Kg Ditambah

ilusterasi :Elpiji 3 Kg

ilusterasi :Elpiji 3 Kg

POJOKSATU.id, DEPOK – Pertamina menambah alokasi Elpiji 3 Kg sebanyak 191.389 tabung untuk memenuhi kuota gas bersubsidi tersebut di Kota Depok. Penambahan kuota ini juga bakal diikuti dengan penambahan jumlah pangkalan untuk mendistribusikan si melon ke masyarakat.Senior Sales Eksekutif Rayon VI, I Gusti B Suteja mengatakan, pertamina menambah kuota elpiji 3 Kg dari sebelumnya 1,4 juta tabung menjadi 1,5 juta tabung perbulan tahun ini. “Total di Depok 1.591.389 tabu perbulan,” kata Suteja kepada Radar Depok, kemarin.

Ia menjelaskan saat ini pertamanina menyuplai sebanyak 57.920 tabung perhari, dari tahun sebelumn 55.500 perhari. Dipastikan, kata dia, ketersediaan gas bersubsidi di Depok mencupi. “Kelangkaan gas tidak bisa diantisipasi dengan penambahan ini,” terangnya. Menurutnya, penambahan kuota ini harus ada penambahan pangkalan yang ada di Kota Depok. Tujuannya, agar masyarakat bisa membeli langsung dari pangkalan dengan harga Rp16 ribu pertabung. “Seharusnya masyarakat memang mendapatkan harga pangkalan. Jangan sampai mereka membeli ke pengecer yang harganya lebih tinggi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 422 pangkalan LPG 3 Kg yang tersebar di Kota Depok. Dengan penambahan kuota ini, Agen harus segera memaping pengecer si Melon, untuk dijadikan agen. Bila pengecer tersebut menjual dalam jumlab banyak harus dijadikan pangkalan, daripada merugikan masyarakat dengan menjual harga diatas pangkalan.“Sebab, bila pangkalan menjual lebih dari Rp16 ribu, kami bisa berikan sanksi. Tapi, kalau pengecer tidak ada sanksi yang dapat menjeratnya,” jelasnya.

Selain itu, Pertamina telah memaping distribusi si Melon di Depok. Kota Depok, kata dia, cukup baik dari penyebaran pangkalan di setiap wilayah. Saat ini, Pertamina juga sedang menyoroti Pangkalan yang memprioritaskan untuk menjual pengecer. Bila pangkalan memprioritaskan penjualan ke pengecer, mereka akan ditindak. Bahkan, bisa dicabut izin usahanya. “Saat ini kami mencium modus pangkalan berikan stok ke pengecer. Ini sudah ditemukan di Depok, Bogor dan Sukabumi,” terangnya.

Pertamina juga berupaya mengantisipasi kelangkaan dengan menjadikan SPBU sebagai otlet penjualan LPG 3 Kg, dengan harga pangkalan. “Untuk mencegah pengecer memang sulit. Kami sarankan masyarakat membeli langsung ke pangkalan atau outlet LPG 3 Kg di SPBU,” ujarnya. Ketua Hiswana Migas, Athar Susanto mengatakan, bakal terus mengawasi jalur pendistribusian ini. Pihaknya juga bakal membuat tim untuk memaping penambahan pangkalan di Depok. “Yang banyak permintaan, pangkalan akan ditambah disana,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini ketersedian LPG bersubsidi aman. Yang perlu diperhatikan adalah disparitas harga yang tinggi sehingga rentan terjadi pengoplosan gas bersubsidi. “Memang belum ditemukan. Tapi harus diwaspadai. Kami telah punya tim monitoring untuk mengawasi pendistrisian gas ini,” tandasnya.

(ham)

Feeds