Bangunan RPU Harus Mundur

Ilustrasi :Rumah unggas

Ilustrasi :Rumah unggas

POJOKSATU.id, DEPOK-Fakta baru temuan tim sidak terjadi pelanggaran garis sempadan sungai (GSS) dan daerah aliran sungai (DAS). Kemarin, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok menegaskan agar Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di RW7, Kelurahan Depok memundurkan bangunana dari Kali Ciliwung.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Citra Endah Yulianti menegaskan RPU di RW7, Kelurahan Depok mesti segera melengkapi semua persyaratan yang ada. Guna memperbaruhi izinnya dan merubah letak bangunan yang melanggar Garis Sepadan Sungai (GSS).“Mereka harus mengajukan advice planning dengan cara membawa berkas mereka ketika Depok masih menjadi Kabupaten Bogor,” ungkapnya pada Radar Depok, kemarin.

Adanya pelanggaran GSS, RPU mesti memundurkan bangunan RPU. Jika semua disetujui dengan tata ruang Kota Depok menurutnya, pemilik dapat membuat dokumen lingkungan, siteplan, izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Izin pengolahan Limbah Cair (IPLC), revisi izin mendirikan bangunan dan perizinan lainnya sesuai dengan peraturan Kota Depok.

“Semua izin tersebut harus diperbaruhi. Kalau diterima atau tidak nya izin itu merupakan kebijakan bersama dengan pimpinan, tetapi semua yang salah harus diperbaiki dahulu” ujarnya.Tetapi menurut Citra pemilik RPU tersebut telah sejak lama diminta untuk membuat izin tersebut tetapi semua izin tesebut tak pernah dibuat. Dirinya juga menambahkan sudah banyak solusi yang diberikan Disatarkim untuk RPU tersebut, dan tak satu pun dijalankan. “Pihak RPU keras kepala, telah kami sarankan banyak solusi tetapi tak ada satupun yang dijalankan,” ungkapnya.

(bry)

Feeds