TNI Turun Gunung Jadi Petani

GALAKAN KETAHANAN PANGAN: Kolonel Inf Suharyanto Danrem 051 memberikan paparan ketahanan pangan saat silaturahmi dengan Muspida Kota Depok di Balaikota Depok, kemarin

GALAKAN KETAHANAN PANGAN: Kolonel Inf Suharyanto Danrem 051 memberikan paparan ketahanan pangan saat silaturahmi dengan Muspida Kota Depok di Balaikota Depok, kemarin 

POJOKSATU.id, DEPOK – Indonesia harus menggalakan kekayaan alam hayati untuk menjaga ketahanan pangan. Bila Indonesia bisa mengelola dengan baik lahan pertanian yang mencapai 159 juta hektar yang telah digarap, dan 100 hektar lebih yang belum dikelola bakal berpengaruh besar bagi dunia dari sektor ketahanan pangan.

Hal itu diungkapkan Danrem 051, Kolonel Inf Suharyanto saat silaturahmi dengan Muspida Kota Depok di Balaikota Depok, kemarin. “Indonesia bakal menjadi negara yang berpengaruh besar bagi dunia di sektor ketahanan pangan bila dikelola dengan benar dari sekarang,” kata Suharyanto.
Namun, ia menyayangkan saat ini sektor Sumber Daya Alam dikuasai asing. “Dari Sabang sampai Merauke dikelola asing. Karena kaya banyak negara asing mencoba menguasai. Padahal Indonesia mempunyai posisi strategis dalam ketahanan pangan dunia,” jelasnya.

Kelapa Sawit Indonesia saja, kata dia, diproyeksi bakal menjadi penghasil yang terbesar di dunia pada 2020. Bila berkaca dari tonggak sejarah, Indonesia memang menjadi basis terbesar dunia di sektor pangan. Bahkan, VOC Belanda datang memang untuk menjajah SDA Indonesia.

Untuk itu, perlu basis dan program ketahanan pangan nasional, yang bisa dimulai dari semua wilayah baik yang ada di kota-kota maupun kabupaten. Depok sendiri, ucap dia, saat ini telah mempunya program pangan lestari, yang bisa mendukung program ketahanan pangan tersebut. “Presiden Jokowi merencanakan ketahanan pangan dalam jangka tiga tahun kepemimpinananya.

Ini tidak mustahil bila semua kota mulai berpikir kedepan untuk merencanakan program ini,” jelasnya. Lebih lanjut ia menuturkan, keseriusan TNI untuk mendukung program ketahanan pangan ini juga bisa dilihat dari implementasi langsung di lapangan. Setiap Dandim diberikan lahan 2 hektar lahan pertanian untuk digarap.

“Satu hektar untuk padi dan 1 hektar untuk jagung. Depok juga sudah menerapkannya. Kini TNI juga turun gunung jadi petani,” jelasnya.
Dijelaskan dia, bahwa ketahanan pangan ini bakal bermuara pada ketahanan nasional. “Untuk itu mari sama-sama mewujudkan bersama karena sudah komitmen nasional,” jelasnya.

Dandim O508, Letkol Infanteri Santosa menambahkan, telah membantu menggarap lahan pertanian di Depok, seperti yang berada di Kecamatan Sawangan. “Bahkan, setiap pekan kami juga turun ke kali Ciliwung untuk membersihkan kali tersebut. Tidak hanya bertani,” jelasnya.

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad menyebutkan, paparan Danrem mengenai sektor pangan harus membuat semangat agar lebih memperbaiki kinerja dan usaha dalam upaya ketahanan pangan. Menurutnya, perlu juga sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan para pejabat. “Sebab, hedonisme masyarakat saat ini berpengaruh pada pola konsumtif,” tandasnya.

(ham)

Feeds