Pemuda Juga Ingin Diperhatikan Pemerintah

DISKUSI TERBUKA: Dua bakal calon walikota Depok, Hasbullah Rahmad dan Imam Budi Hartono (duduk depan) mengikuti diskusi ”Pemuda Bicara Depok Masa Depan” di Rumah Makan Pecel Lele Lela, yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Depok Raya (BDR), belum lama ini.

DISKUSI TERBUKA: Dua bakal calon walikota Depok, Hasbullah Rahmad dan Imam Budi Hartono (duduk depan) mengikuti diskusi ”Pemuda Bicara Depok Masa Depan” di Rumah Makan Pecel Lele Lela, yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Depok Raya (BDR), belum lama ini.

POJOKSATU.id, DEPOK – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 di Kota Depok, rata-rata dihiasi oleh wajah bakal calon (balon) yang berusia muda. Karena itu, muncul pertanyaan, sejauh mana para balon walikota dan wakil walikota dapat mengakomodir peran pemuda guna membantu pembangun Kota Depok ke depan?

Ketua Umum KAMMI Kota Depok, Eko Wardaya, mengatakan, peran pemuda menjadi penting dalam memberikan sumbangsih bagi kemajuan Kota Depok. Terlebih munculnya para balon pilkada seperti Hasbullah Rahmad dan Imam Budi Hartono, diharapkan membawa angin segar bagi pemuda di Depok.

“Dua tokoh ini (Hasbullah dan Imam Budi, red) punya visi misi yang bagus dalam pemberdayaan pemuda di pembangunan daerah,” ujar Eko, usai mengikuti diskusi bertajuk ”Pemuda Bicara Depok Masa Depan” yang diadakan di Rumah Makan Pece Lele Lela, belum lama ini.

Sosok Hasbullah Rahmad, kata Eko, pernah menjadi Ketua Majelis Pemuda KNPI Kota Depok. Begitu juga dengan Imam Budi Hartono, yang kini masih sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Barat.

“Mereka memang balon walikota dari masing-masing parpol. Tetapi, kami melihat mereka punya kepedulian kepada pemuda. Bahkan, mereka mau menyempatkan diri duduk bersama pemuda di kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa Depok Raya (BDR). Guna membahas tentang gambaran Kota Depok dalam perspektif para pemuda di Depok,” paparnya.

Kepada balon yang mayoritas dari unsur pemuda, Eko berharap agar mereka tetap bervisi pembangunan berbasis pemberdayaan
pemuda. Selama ini, lanjutnya, pemuda kurang terlihat dalam proses pembangunan daerah.

“Jangan politisasi unsur pemuda, sebab pemuda diberdayakan bukan politisasi,” kata Eko.Di kesempatan itu, Hasbullah Rahmad menuturkan, pemuda harus banyak berkontribusi langsung bagi kemajuan Kota Depok.

“Kita lihat, berapa jumlah penduduk Depok saat ini. Banyak. Bahkan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah (penduduk) terbanyak. Inilah yang harus kita perbaiki bersama,” kata Hasbullah.

Balon walikota dari PKS, Imam Budi Hartono menambahkan, pemuda harus bisa berperan dalam pembangunan. Pemerintah pun sudah seharusnya memberikan kebijakan mengenai pergerakan pemuda di Kota Depok. Karena pada saat ini peran mahasiswa dan pemuda di Kota Depok dapat dikatakan belum terlihat keseriusannya.

“Pemuda biasanya diajak untuk ikut agenda pemerintah ketika ada masalah saja. Ini kita (pemuda) hanya menjadi objek. Harapan kedepannya kita harus bisa menjadi subjek dalam perubahan, punya putaran pergerakan sendiri,” kata Imam Budi.

(ret)

 

 

 

 

 

Feeds