BPJS Kesehatan Sulit Rangkul PPU

Ilusterasi BPJS Kesehatan

Ilusterasi BPJS Kesehatan

POJOKSATU.id,DEPOK – Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Depok mengaku sulit dalam manjaring peserta dari kalangan Pekerja Penerima Upah (PPU) untuk menjadi peserta. Pasalnya, banyak perusahaan yang belum memiliki kesadaran mengurus kepesertaan BPJS Kesejatan Petanikepada pekerja.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Yessi Kumalasari mengatakan sulit menjaring pekerja penerima upah di Depok. Hingga kini baru ada 697 badan usaha dengan peserta 81.522 jiwa yang sudah mendaftarkan diri.“Target 334.616 peserta dari kalangan pekerja penerima upah. Dari total potensi badan usaha yang ada di Depok sebanyak 835 badan usaha atau perusahaan,” kata Yessi kepada Radar Depok.

Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 111 tahun 2013, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha, Kecil, Menengah dan Besar wajib mendaftarkan dirinya beserta karyawan dan anggota keluarganya paling lambat pada 1 Januari 2015. Tapi, kondisi di Depok masih minim perusahaan yang berinisiatif mendaftarkan pekerja mereka untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.“Terutama perusahaan kecil. Kalau pekerja bukan penerima upah yang mandiri sih datang sendiri tanpa diminta. Yang sulit ini yang pekerja dan dibayar perusahaan. Kenyataannya belum semua badan usaha di Depok menyadarinya. Kami berharap dengan kerjasama ini bisa mendorong kepatuhan badan usaha ang belum mendaftar,” jelasnya.

Bahkan, untuk memudahkan informasi kepada masyarakat maupun peserta, BPJS Kesehatan membuat layanan BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di smart phone. Dalam layanan ini ada semua informasi dari mulai fasilitas, informasi kepesertaan dan semua yang masyarakat ingin ketahui mengenai program BPJS Kesehatan.

“Sudah mulai dilaunching awal Januari kemarin. Ini agar masyarakat semakin mudah mengakses informasi mengenai BPJS Kesehatan,” ucapnya.Yessi mengungkapkan dari 1 Oktober 2014 sampai akhir Maret kemarin sudah sebanyak 734.593 jiwa warga Depok, yang telah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan dari total 2 juta jiwa warga Depok.

“Target hingga 2019 semua warga Depok sudah menjadi peserta. Sebab, untuk mengurus apapun kartu BPJS bakal digunakan,” jelasnya. Kepala Dinas Kesehatan, Lies Karmawati mengimbau agar seluruh aparatur yang ada di kelurahan sampai kecamatan bisa mendorong warganya untuk segera membuat BPJS Kesehatan. Sebab, kartu ini bakal membantu mereka yang membutuhkan, terutama dalam melakukan pengobatan.
“Jangan buat saat pas jatuh sakit,” singkatnya.

(ham)

Feeds