DPC PDIP: Semua Hasil Tes Dilaporkan

KETAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (tengah), Sekretaris DPC, Totok “Towels” Sarjono (Kanan), serta Bendahara DPC, Yori Yapani saat memberikan pemaparan kepada para peserta penjaringan walikota di Hotel Bumi Wiyata, kemarin

KETAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (tengah), Sekretaris DPC, Totok “Towels” Sarjono (Kanan), serta Bendahara DPC, Yori Yapani saat memberikan pemaparan kepada para peserta penjaringan walikota di Hotel Bumi Wiyata, kemarin

POJOKSATU.id, DEPOK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok memberlakukan sistem penilaian secara komprehensif kepada semua bakal calon (balon) Walikota Depok. Itu dilakukan agar semua aspek kompetensi balon bisa tereksploitasi secara maksimal.

Sekretaris DPC PDIP Kota Depok, Totok Sarjono mengatakan, tahapan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) yang digelar kemarin bertujuan untuk mengukur pemahaman balon ihwal ideologi partai. Maksudnya, sejauh mana si calon mampu menyelaraskan nilai dan tujuan partai ke dalam visi-misinya.

“Apakah pandangan mereka selaras, senafas atau tidak dengan kami (PDIP). Itu yang coba digali dari balon di sesi wawancara tadi (kemarin). Selain tentunya perspektif mereka mengenai proses pembangunan di Depok,” ujarnya kepada Radar Depok usai acara Fit and Proper Test di Hotel Bumi Wiyata, Senin (6/4)

Towels-sapaanya- menjelaskan, semua tahapan tes, baik itu wawancara personal maupun tertulis akan dibahas kembali dengan seluruh pengurus DPC. Khusus untuk sesi wawancara, pihaknya sengaja telah merekam jalannya sesi ini, mulai dari tahap awal hingga akhir.

“Nanti dibuka saat rapat dengan semua pengurus. Dianalisis secara seksama. Kami tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa,” tambah dia.

Dipaparkan Towels, hasil dari tahapan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) nantinya bakal dikerucutkan menjadi beberapa nama. Hanya, pengerucutan ini bukan berarti balon lain dicoret, melainkan untuk mempermudah menganalisis kualitas si calon.

“Rencananya (dikerucutkan) lima (balon).Tapi, kami pastikan tak ada itu (pencoretan). Semua hasil (fit and proper test) dilaporkan ke DPD dan DPP,” . Towels-sapaanya- menegaskan, tahap akhir dari fit and proper test nanti adalah survei mengenai tingkat elektabilitas dan popularitas balon.

Ini, jelas Towels, menjadi salah satu tahapan penting sebelum nanti DPC menyerahkan nama-nama balon ke DPD dan DPP.

“Analisis hasil survei akan kami cantumkan di penilaian semua balon tanpa terkecuali. Selain tes wawancara dan tertulis kami ingin memberikan gambaran secara utuh kepada partai mengenai hasil penjaringan balon yang kami lakukan,” cetus pria yang juga seorang seniman ini.
Adapun dalam fit and proper test kemarin diikuti 14 dari 15 calon yang dijadwalkan ikut serta. Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Hanura, Bernhard absen dengan alasan kondisi kesehatan.

Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengapresiasi kepada seluruh balon. Menurutnya, partisipasi balon menjadi unsur penting dalam terciptanya proses penjaringan yang demokratis.

“Sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kami berkomitmen penuh soal ini. Kami ingin prosesi seleksi ini menstimulus pelaksanaan demokrasi yang ideal,” kata dia.

Hendrik optimis bahwa proses fit and proper test yang digelar partainya bisa melahirkan kepala daerah yang mumpuni. Mampu memimpin dan membawa Depok ke arah yang lebih baik.

“Karena saya tidak meragukan kompetensi yang dimiliki semua balon. Mereka berasal dari beragam latar dan punya banyak pengalaman,” pungkasnya.

Senada, Bendahara DPC, Yori Yapani menambahkan bahwa keputusan partainya menggelar tahapan seleksi calon walikota merupakan langkah brilian. Menurut Yori, apa yang dilakukan DPC PDIP Kota Depok adalah langkah maju dalam tatanan demokrasi.
“Terutama di Depok. Sekaligus menjadi sebuah pendidikan politik yang baik. Kami ingin menunjukan bahwa PDIP adalah partai yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan keterbukaan,” tutup dia.

(ret/mam)

Feeds