Bongkar Misteri Pembangunan Gedung Sekda Kota Cirebon, Faktanya Mencengangkan

Gedung Sekda Kota Cirebon atau Kejagung RI saat meninjau gedung Sekda Kota Cirebon pada Kamis kemarin

Gedung Sekda Kota Cirebon atau Kejagung RI saat meninjau gedung Sekda Kota Cirebon pada Kamis kemarin

POJOKJABAR.com, CIREBON– Mega proyek pembangunan gedung Sekda Kota Cirebon masih menyisakan misteri.

Pasalnya, gedung yang menelan anggaran 68 miliar tersebut sampai kini belum selesai 100 persen.

Berdasarkan informasi yang  dihimpun Pojokjabar.com dari berbagai sumber, gedung 8 lantai tersebut seharusnya selesai 25 Desember 2017, namun karena Addendum diperpanjang menjadi 12 Februari.

Baca: Sosialisasi Perda Kawasan tanpa Rokok, Sekda Kota Cirebon Minta Ruangan Khusus Merokok

Tapi, fakta tersebut ternyata bertolak belakang hingga beberapa minggu terakhir.

Pasalnya, hingga hari ini tampak masih ada pekerja sibuk menyelesaikan pemeliharaan yang ternyata bertolak belakang dengan Addendum tersebut.

Gedung Sekda Kota Cirebon

Gedung Sekda Kota Cirebon atau Kejagung RI saat meninjau gedung Sekda Kota Cirebon pada Kamis kemarin

 

“Jadi begini, mas. Ini berakhir tanggal 25 Desember. Karena ada perpanjangan waktu jadi sampai 12 Februari,” katanya.

Baca: Gedung Sekda Telan Dana Rp85 Miliar, Kejagung Turun ke Cirebon

Dan pemeliharaan 6 bulan, jadi jatuhnya sampai 12 Agustus,” kata Taryanto, Mandor pembangunan saat ditemui Pojokjabar.com di sela waktu santainya, Jumat (10/8/2018).

Tetapi, alasan tersebut ternyata menuai kontroversi banyak pihak. Salah satunya datang dari praktisi hukum Kota Cirebon, Agus Prayoga.

Agus menilai, dari bentuk pemeliharaan selama 6 bulan tersebut, merupakan bentuk tidak komitmen pihak kontraktor, dalam menghormati perjanjian atau addendum.

Baca: Adendum 50 Hari, Pengembang Siap Rampungkan Gedung Sekda

“Kalau bicara professional, ya seharusnya Addendum 12 Februari bisa selesai. Apalagi ini dananya besar. Saya yakin itu bisa dilakukan,” ujar Agus.

Selain itu, Agus pun lalu menyinggung mengenai dugaan penyelewengan gedung yang menelan anggaran 86 miliar tersebut. Dikatakannya, dalam proses pembangunan gedung tersebut diduga ada praktik korupsi.

“Kan buktinya hari kemarin Kejagung datang meninjau. Kan artinya itu ada apa,” tutup Agus.

Baca: Duit Proyek Gedung Sekda 8 Lantai Cair 8,6 Miliar, Kontraktor PT Rivomas Dapat Berapa?

(alw/pojokjabar)

 


loading...

Feeds