Kepergian Dalang Herman Basari, Duka Mendalam bagi Mahasiswa PPL Sejarah

Jenazah almarhum Herman Basari saat ditutup kain kafan. Foto: Mahasiswa PPL SPI IAIN Syeikh Nurjati Cirebon for Pojokjabar.com

Jenazah almarhum Herman Basari saat ditutup kain kafan. Foto: Mahasiswa PPL SPI IAIN Syeikh Nurjati Cirebon for Pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kepergian dalang wayang, Herman Basari (48), warga Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, menjadi duka mendalam bagi mahasiswa PPL Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) IAIN Syeikh Nurjati Cirebon.

Alumni PPL, Mumu Muhyidin, kepada pojokjabar.com mengatakan ia begitu kaget mendengar meninggalnya sang dalang, karena dikatakannya beberapa bulan kemarin baru saja bersilaturrahmi.

“Kita terahir silaturahmi dengan beliau beberapa bulan kemarin,” kata Mumu.

Sementara, Ketua Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI), Dedeh Nurhamidah meninggalnya sang dalang tersebut merupakan jasa yang perlu dikenang karena saat terakhir semasa hidup, Herman Basari menjadi guru selama anak didiknya melakukan kegiatan PPL.

“Yang merasa murid, selayaknya nengok sang guru,” ungkap Dedeh, lewat pesan singkatnya.

Seperti diketahui, Herman Basari sendiri meninggal dunia saat kena reruntuhan tembok bangunan gudang sarang walet ketika dirinya sedang berada di dalam sanggar.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds