Blak-blakan Pria Praktisi Hukum Ini Klaim Prihatin Kondisi Rusak Trotoar, Pasalnya…

Praktisi Hukum Kota Cirebon, Agus Prayoga./ Foto: Alwi

Praktisi Hukum Kota Cirebon, Agus Prayoga./ Foto: Alwi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Praktisi hukum Kota Cirebon, Agus Prayoga mengomentari pembangunan trotoar di sejumlah jalan Kota Cirebon yang kini kondisinya memperihatinkan.

Seperti di Jalan Kartini dan Cipto Mangunkusumo, di jalan tersebut sebagian trotoar rusak padahal pembangunan selesai belum genap setahun.

“Saya sejak lama mengamati sebagai warga Kota Cirebon prihatin melihat kondisi trotoar. Dari dulu juga ada pernah trotoar yang secara menyeluruh itu indah. Tetapi yang lama memang masih ada. Dan trotoar di Kota Cirebon itu bermacam-macam, ada yang dari paping blok di antaranya. Dan yang tidak kami mengerti itu. Akhir-akhir ini kenapa banyak trotoar yang dari keramik, bahkan relatif masih bagus dan itu tempatnya di depan Balai Kota, di depan dewan, kok pada dirusaki,” kata Agus, Selasa (17/4/2018).

Mengenai dugaan korupsi, Agus mengatakan, pihaknya tidak punya wewenang untuk mengungkap dan hanya berencana akan melaporkan.

Baca juga: Wow! Ada Dugaan Korupsi Pembangunan Trotoar, Kapolres: Kalau yang Bersangkutan Punya Data, Ya, Silakan Saja!

“Ya menurut saya itu pengertiannya dirusak, kan fasilitas negara juga. Mungkin ada yang namanya penyelundupan hukum, ada kemasan, ya itu tugasnya kepolisian dan kejaksan ada tidak unsurnya,” tambahnya.

Dijelaskan pria berkacamata ini, pembangunan trotoar sudah menjadi agenda Musrenbang dan memiliki anggaran khusus. Tetapi, dikatakannya, pembangunan tidak menyeluruh dan hanya di tempat tertentu.

“Nah ketika proyek pembangunan kan itu ada Musrenbang, ada Bappeda direncanakan ini itu.  Nah itu kan berarti udah direncanakan dan udah ada anggaran dan SPK. Nah itu kan masih baru kok tiba-tiba dirusak,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, seperti di jalan Pemuda dan Ciptomangun Kusumo, pembangunan trotoar masih belum jelas. Dan, menurutnya, lebih baik pembangunan dan alokasi anggaran digunakan di jalan tersebut.

“Nah jadi penyerapan anggaran supaya banyak, kan di Pemuda, di Cipto, itu banyak trotoar yang belum jadi mas. Nah itu kan lebih baik yang itu aja. Jadi kenapa harus merusak yang sudah ada,” jelasnya.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds