Dugaan Pelecehan Seksual RSUD Gunung Jati, Fakta Nomor 4 Bikin Geram dari 5 Fakta Ini

Ilustrasi pojoksatu.

Ilustrasi pojoksatu.

POJOKJABAR.com, CIREBON– Dugaan pelecehan seksual terjadi di RSUD Gunung Jati dengan terduga sesama penunggu pasien (perawat, red).

Kini kasusnya ditangani pihak kepolisian.

Berikut ini sejumlah fakta kasus ini yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

1. terduga sesama penunggu pasien (perawat, red)

Terduga perawat di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon ini diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap pasien pada Jumat (16/2/2018) dini hari.

Terduga perawat berkelamin laki-laki tersebut meraba alat vital YN.

Berita terkait: Dugaan Pelecehan Seksual di RSUD Gunung Jati, KPAI Cirebon Sayangkan Begini

Sontak, teman YN tersebut syok dan melaporkan kejadian tersebut ke keluarga YN.

2. pihak rumah sakit mengaku belum mengetahui

Terkait dugaan pelecehan seksual tersebut, Wakil Direktur Keuangan RSUD Gunung Jati, Mochammad Atlantik, menjelaskan pihaknya belum mengetahui.

Ia mengaku belum mengetahui dugaan pelecehan seksual tersebut karena belum menerima laporan.

“Seharusnya pihak keluarga pada saat kejadian langsung melapor. Maka saat itu juga kami akan bertindak, jangan sampai sesudah kejadian baru melapor. Itu yang membuat kami sulit,” kata Atlantik, Rabu (21/2/2018).

Berita terkait: Dugaan Pelecehan Seksual di RSUD Gunung Jati, Pihak RS Pertanyakan Hal Ini

3. korbannya remaja putri berumur 17 tahun

Korban dari dugaan pelecehan seksual tersebut adalah YN.

YN merupakan seorang remaja putri berumur 17 tahun, asal Kota Cirebon.

4. diduga pelakunya berkelamin lelaki

Kronologis kejadian, bermula saat YN sedang tertidur pulas di salah satu tempat tidur kosong pasien, tiba-tiba dipergoki salah satu teman YN, yang juga penunggu pasien.

Berita terkait: Oh Tuhan! Ada Dugaan Pelecehan Seksual di RSUD Gunung Jati

Laki-laki tersebut meraba alat vital YN. Sontak, teman YN tersebut syok dan melaporkan kejadian tersebut ke keluarga YN.

5. KPAI sayangkan keterbukaan pihak rumah sakit

Dijelaskan Nuryani, dari kejadian tersebut pihaknya menyayangkan keterbukaan pihak rumah sakit terhadap perlindungan korban saat terjadi tindak dugaan pelecehan seksual.

“Seharusnya ini kan yang melapor ke kepolisian pihak rumah sakit. Kenapa harus korban yang melapor. Kalau seperti ini ada yang salah dengan sistem pengamanan dan keamanan di rumah sakit,” pungkasnya.

(mar/pojokjabar)


loading...

Feeds

ilustrasi

Mayat tanpa Identitas Gegerkan Warga Beberan

POJOKJABAR.com, CIREBON– Mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki menggerkan warga desa Beberan, Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dan sekitarnya, Minggu (24/6/18). …
Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

Di Balik Sidak Sekda Kabupaten Bekasi

SEJUMLAH organisasi perangkat daerah (OPD) disidak oleh Sekda Kabupaten Bekasi Uju pada Jumat (22/6/2018). Ia membeberkan sejumlah alasan di balik …