Jalan Karanggetas, Konon Aura Mistisnya Kuat di Sini

Jalan Karanggetas Kota Cirebon. Foto: Alwi

Jalan Karanggetas Kota Cirebon. Foto: Alwi

POJOKJABAR.com, CIREBON– Sebagian masyarakat Kota Cirebon masih percaya. Nama Jalan Karanggetas, masih memiliki aura mistis dan sejarah panjang yang diduga tempat berhasilnya Sunan Gunung Jati memotong rambut panjang Syekh Magelung Sakti.

Syekh Magelung Sakti, konon juga memiliki kesaktian. Beberapa orang tidak bisa memotong rambut panjangnya dengan cara dan alat apa pun. Sehingga masyarakat mengabadikannya dengan nama jalan yang disebut karang (tanah) getas (rapuh).

“Karanggetas itu adalah nama yang diambil dari kata getas, yaitu memiliki arti rapuh. Mudah patah. Bisa juga dikait-kaitkan dengan luntur, karena kesaktian Syekh Magelung Sakti telah luntur oleh Sunan Gunung Jati,” kata penduduk setempat, mengaku bernama Arif (36).

Konon juga, sekitar beberapa tahun silam, menurut warga setempat pernah salah satu presiden RI atau beberapa menteri tertentu tidak ada berani melewati jalan tersebut. Menurut cerita warga, jalan tersebut diduga juga sebagian potongan rambut Syekh Magelung Sakti ada bersemayam di sana.

Namun, menurut warga lainnya, membantah jika cerita Jalan Karanggetas dikait-kaitkan dengan mitos. Dikatakannya, hal tersebut hanyalah dongeng atau cerita yang masih belum bisa diungkap kebenarannya.

Baca juga: Mengenal Wanita Cantik Tien Gustini Loe, Pimpinan Perusahaan dan Lions Club

“Ya kalau cerita begitukan tergantung dari kepercayaan masing-masing individunya. Yang penting urusan jabatan atau yang lainnya hanya Allah yang bisa ngatur,” terang warga tersebut.

Kemudian, hal tersebut juga dibenarkan oleh laki-laki pegawai swasta, Rokhman (26). Dikatakan pria asal Kota Cirebon ini, yang paling berkuasa atas jabatan atau pangkat, juga yang lainnya hanya Tuhan.

“Jika Tuhan telah berkehendak atau berkuasa maja yang lainnya tidak punya apa-apa. Intinya percayalah pada Tuhan,” terangnya.

Jalan Karanggetas tersebut berada pada sebelah utara lampu merah Masjid At-Taqwa, dan sampai kini masih ramai lalu lalang kendaraan dan pengunjung toko-toko oleh-oleh khas Cirebon.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds