Warga Disabilitas Terancam Ini Saat Melewati Jalan Cipto Mangunkusumo Cirebon

Guiding bloc trotoar (warna kuning) untuk penyandang disabilitas harus dibebaskan dari pot dan penghalang. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

Guiding bloc trotoar (warna kuning) untuk penyandang disabilitas harus dibebaskan dari pot dan penghalang. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

POJOKJABAR.com, CIREBONGuiding block di depan Transmart nampak menabrak pot bunga. Block yang dipasang berbentuk line yang artinya jalan terus.

Pembuatan guiding block di trotoar Jalan Cipto Mangunkusumo ini patut diapresiasi. Sayangnya, garis pemandu untuk penyandang disabilitas itu malah berpotensi mencelakakan.

“Kalau tahu ini kegunaannya untuk pembimbing jalan, berarti kalau ditutup gini sama aja menghalangi ya?” tutur salah satu pelajar, Lita (15), kepada Radar, Kamis (11/1).

Sejatinya garis kuning itu harus bersih dari objek yang bisa mengganggu kaum disabilitas. Tidak terhalang tiang, pot bunga, pedagang kaki lima maupun parkir sepeda motor. Dengan terhalangnya guiding block oleh pot, Lita menyebut sama saja mencelakakan penggunanya. “Harus diperbaiki secepatnya,” katanya.

Sepeti diketahui, guiding block ada dua jenis kode. Pertama line atau garis lurus memanjang yang artinya jalan terus. Kedua, kode berbentuk dot atau lingkaran-lingkaran kecil yang artinya berhenti. Di beberapa titik di Jalan Cipto Mangkusumo memang ada guiding line yang berbelok menghindari pohon, tiang maupun pot. Dari pantauan Radar, ada juga guiding block yang menabrak pohon.

Baca juga: 50 Cyber Kepolisian Cirebon Siap Amankan Pelanggaran SARA di Pilkada 2018, Begini Cara Kerjanya

Tidak hanya itu, penyelesaian pekerjaan trotoar juga belum ada kejelasan. Trotoar di depan Komplek TNI AL Jalan Cipto Mangkusumo baru terpasang sebagian. Begitu juga di depan Koramil Jalan Cipto Mangkusumo. Baru di depan Transmart yang selesai seluruhnya. Kondisi serupa juga ditemui di depan Cirebon Super Block Mall. Kawasan ramai pejalan kaki ini justru trotoarnya baru jadi sebagian.

Warga pun dibuat kesal dengan kondisi ini. Yono (37) berharap kontraktor segera menuntaskan pekerjaannya. Ia menyayangkan cara kerja kontraktor yang melompat-lompat tapi tidak selesai. “Coba kalau kerjainnya satu-satu. Fokus dulu bertahap gitu, jadi nggak begini kan, lebih enak juga,” ujarnya.


loading...

Feeds