Mimik Wajah Camat Astanajapura Berubah, Ternyata Setengah Warganya Masih Miskin

 Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menyerahkan secara simbolis kartu JKN KIS untuk warga miskin di Kecamatan Astanajapura (29/11). FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menyerahkan secara simbolis kartu JKN KIS untuk warga miskin di Kecamatan Astanajapura (29/11). FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

POJOKJABAR.com, CIREBON – Wajah Camat Astanajapura, M Iing Tajudin begitu serius ketika berbicara di depan Ketua TP PKK, Wahyu Tjiptaningsi dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Dengan nada sedikit gemetar, dia meminta agar Pemkab Cirebon lebih memerhatikan Kecamatan Astanajapura atau akrab disebut Asjap.

Sebab, di Kecamatan Astanajapura, dari jumlah total 12.616 kepala keluarga (KK), setengahnya, sekitar 6.644 KK, masuk kategori keluarga miskin.

“Saya apresiasi sekali kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang banyak menggelar program dan bantuan untuk terus menekan angka keluarga kategori miskin di Astanajapura. Ini sangat berarti dan membantu sekali,” ujar Iing saat memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan JKN KIS untuk warga dari Kecamatan Astanajapura.

Sementara itu, Wahyu Tjiptaningsi didampingi Sekdis Dinas Kesehatan Neneng Hasana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini sedang melakukan distribusi penyerahan JKN KIS.

Total, ada sekitar 50.000 kartu JKN KIS yang akan disistribusikan secara bertahap.

Bahkan saat ini, masyarakat yang sudah terkaver JKN KIS, baik secara mandiri ataupun dikaver pemerintah, sudah menyentuh angka 89 persen.

“Ini distribusi tahap kedua. Sebelumnya sudah ada sekitar 47 ribu didistribusikan melalui Dinsas Sosial. Untuk tahap kedua, kita distribusikan, tapi berdasarkan data dan assesment dinsos,” tuturnya.

Pemberian JKN KIS sendiri, menurut Ayu, sapaan akrab Wahyu Tjiptaningsi, merupakan bentuk kepedulian Pemkab Cirebon kepada masyarakatnya. Pemerintah menargetkan agar seluruh masyarakat Cirebon bisa terkaver JKN KIS.

“Jumlah yang sudah terkaver sekitar 2.072.000 ribu jiwa. Yang belum ada sekitar 233 ribu lebih. Ditargetkan akan selesai pada 2018,” sebut Ayu.

Ayu meminta kepada masyarakat, meski sudah memiliki kartu JKN KIS, namun sebisa mungkin para penerima menjaga kondisi tubuhnya. “Kalau bisa, kartu tersebut tidak usah digunakan.

Masyarakat harus bisa hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh agar tidak terserang penyakit.

Kalau sehat kan tidak usah pakai kartu itu. Ikuti juga program Germas untuk menjaga kesehatan. Yakni dengan berolahraga dan periksa kesehatan rutin,” katanya.

Setiap tahun, Pemkab Cirebon sedikitnya mengeluarkan uang hingga Rp 18 miliar untuk mengaver peserta JKN KIS dari keluarga tidak mampu. Untungnya, dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapatkan dana sharing provinsi sebesar 40 persen dari jumlah yang dikeluarkan pemkab untuk mengaver keluarga tidak mampu.

Terpisah, Aktivis Cirebon Timur, Rizki Pratama mengaku cukup kaget mendengar data keluarga miskin di Kecamatan Astanajapura. Menurutnya, dengan keberadaan sejumlah industri besar dan luasnya lahan pertanian, seharusnya jumlah masyarakat miskin jauh lebih sedikit dari yang ada sat ini.

“Jujur, kaget juga. Tidak nyangka begitu banyak (yang miskin, red). Ini PR yang harus segera dicari solusinya. Apalagi, Astanajapura punya potensi yang besar sebagai daerah maju. Baik secara ekonomi, pendidikan, keagamaan dan lain-lainnya,” pungkasnya.

(dri/pojokjabar)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …