Surut di Kejawanan, Momen Langka Wisata Pantai Cirebon

Sepasang kekasih sedang menikmati senja di Pantai Kejawanan.

Sepasang kekasih sedang menikmati senja di Pantai Kejawanan.

POJOKJABAR.id, CIREBON- Air laut di Pantai Kejawanan kini tidak seperti biasanya. Volumenya surut dan menyedot perhatian para pengunjung. Seperti terlihat, tidak sedikit orang-orang terjun ke tengah pantai bermain-bermain, atau sekadar menikmati keindahan pesona yang menjadi kebanggaan suasana pantai.

 

Sekitar 1976 infrastruktur Pantai Kejawanan oleh pemerintah daerah ditingkatkan seperti pembuatan jalan menunuju tengah laut, pemasangan pagar keliling dan penanaman pohon mangrove di bibir pantai. Sejak progresnya pembangunan seperti itu, pantai Kejawanan sampai kini terus dinikmati dan kunjungi masyarakat.

 

“Saya hanya ingin refresing saja. Soalnya mumpung airnya surut sih, mas. Jadi moment yang jarang,” ungkap Mutmainah (23), pengunjung Pantai Kejawanan kepada Pojokjabar.com, Sabtu (2/12/2017).

 

Perempuan yang datang bersama kekasihnya ini mengatakan, dirinya sering datang ke pantai yang biaya masuknya hanya merogoh 500 rupiah. Dijelaskannya, setelah mengunjungi tempat ini beban pekerjaan yang dia emban seakan berkurang.

Masyarakat Sekitar Bermain di Air Surut

Masyarakat Sekitar Bermain di Air Surut

 

“Ya, seakan ringan saja tidak ada masalah seperti tugas pekerjaan,” tutur perempuan berkerudung merah ini.

 

Pantai dengan biaya parkir 2000 rupiah ini, selain itu pada kesempatan tertentu terlebih  musim panas para pengunjung bisa menyaksikan keindahan sunshet. Tidak cukup dimanjakan itu saja, pengunjung juga dapat menyewa perahu angin atau jalan-jalan ke tengah lautan dengan biaya 15.000 rupiah mengendarai perahu.

Seorang nelayan sedang menjala ikan di bibir Pantai Kejawanan.

Seorang nelayan sedang menjala ikan di bibir Pantai Kejawanan.

Nurakim (48), seorang nelayan asli warga Cirebon ini merasa bersyukur daerahnya memiliki kekayaan alam seperti Pantai Kejawanan. Dikatakannya, kelangkaan pantai ini terletak saat air lautnya surut.

 

“Kalau surut tuh, mas. Banyak pengunjung yang turun ke tengah laut. Mereka tidak tenggelam. Selain itu banyak juga anak kecil yang turun ke laut,” pungkas bapak dengan 3 anak ini.

 

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …