Warga Kaliwadas Cirebon Temukan Situs Diduga dari Abad ke 13 Masehi, Ini Penampakannya

Safrudin, seorang kuncen situs Sumur Pitu menunjukan lokasi penemuan bangunan yang diduga peninggalan Islam abad ke 13.

Safrudin, seorang kuncen situs Sumur Pitu menunjukan lokasi penemuan bangunan yang diduga peninggalan Islam abad ke 13.

POJOKJABAR.com, CIREBON – Warga menemukan sebuah pondasi bangunan kuno pada kedalaman sekitar 15 cm di bawah tanah yang diduga peninggalan Islam abad ke 13 Masehi masa Kidanuwarsih, masayarakat di Desa Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Peninggalan bersejarah itu ditemukan di tengah-tengah sawah sebelah Barat situs Sumur Pitu, Selasa (21/11/2017).

Salah satu warga setempat menuturkan, bangunan tersebut tidak sengaja ditemukan saat warga ingin membangun masjid dan tempat riyadhoh (tirakat) di sekitaran situs.

“Sebenarnya situs di daerah ini ada 5. Semuanya belum diselamatkan. Yang ditemukan 5 itu baru 2, yakni Sumur Pitu dan pondasi ini,” tutur Safrudin, warga setempat sekaligus seorang kuncen Sumur Pitu.

Pada pondasi bangunan yang diduga situs tersebut, tampak tumpukan batu bata yang lebar dan tipis-tipis bentuknya tertimbun tanah.

WhatsApp Image 2017-11-21 at 20.05.54

WhatsApp Image 2017-11-21 at 20.02.59

Batu bata tersebut tersusun membentuk bangunan kotak menyerupai pondasi rumah.

“Ini dugaannya bangunan masjid masa Islam awal zaman Kidanuwarsih. Sekitar abad ke 13. Batu batanya panjang 40 cm dan lebar 15 cm,” ungkap Safrudin.

Ia berharap warga atau pemerintah setempat agar menjaga situs yang baru ditemukan itu, karena ada beberapa situs lagi yang belum ditemukan.

“Ada beberapa situs lagi, yakni tempat kemah perajurit Demak saat membantu tentara Cirebon melawan kerajaan Galuh Pakuan dan tempat istirahatnya Pangeran Cakrabuana serta Nyimas Gandasari. Situsnya masih ada di sekitaran daerah sini,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya menambahkan, sekitar 2 meter lagi di dalam tanah banyak batu-bata besar yang menjadi ciri khas dari bangunan yang ditemukan ini.

“Kita gali lagi. Ini belum seberapa. Di dalamnya banyak batu-bata besar-besar dan lebar,” tambah Safrudin.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora) Kota Cirebon belum memberikan keterangan.

 

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds