Jembatan Gantung di Leles Putus, Wabup Cianjur Bilang Begini

Jembatan gantung di Leles Ciajur Putus

Jembatan gantung di Leles Ciajur Putus

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Putusnya salah satu jembatan gantung di Kampung Parungcadas, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, Cianjur Selatan menghabiskan pagu anggaran sekitar Rp 756 juta. Pembangunan tersebut melalui pengumuman lelang pengembangan jembatan gantung dan plat. Namun, penyebab ambruknya jembatan diakibatkan beban yang berlebih.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, putusnya jembatan bukan dari segi kualitas yang buruk,melainkan akibat beban melampaui batas. Untuk itu, pihaknya akan mendorong rekanan segera memperbaiki jembatan karena masih dalam masa perawatan.

”Jembatan gantung akan dipasangi papan informasi beban maksimal yang dapat dilalui. Jembatan putus karena kelebihan muatan bukan karena kualitasnya jelek. Segera diperbaiki agar dapat kembali digunakan,” kata Herman.

Ia menambahkan, untuk ke-12 korban, Pemkab Cianjur akan membebaskan biaya perawatan dan penanganan medisnya alias gratis.

”Semua biaya perawatan terhadap korban digratiskan, saat ini kami masih menunggu hasil tim di lapangan,” katanya.

Sementera itu, Ketua Dewan Kota (Dekot) Kabupaten Cianjur, Dian Rahadian mengatakan, jelas ini merupakan kelalaian nyaris membuat nyawa orang melayang. Harus diproses hukum dan diberikan sangsi tegas sekaligus meminta aparat dan penegak hukum melakukan upaya penyelidikan terkait putusnya jembatan, perlu dievaluasi dan dikaji kenapa bisa sampai ambruk terputus.

”Kini menjadi sorotan publik dan dipertanyakan apakah material dalam pengerjaannya sesuai dengan RAB atau tidak? pagu anggaran mencapai Rp756 juta,” kata dia, Minggu (4/2/2018).

Masih menurut Dian, sangat miris dan merasa prihatin sekaligus ikut berduka para korban mengalami musibah kecelakaan. Bicara mengenai soal pekerjaan pemerintah, tentu dimulai dari pembuatan apakah sudah uji petik dan materi duli. Baik itu melalui kelayakan, walaupun ada kajian tentang pengguna, sehingga terhitung berapa beban jembatan dan bagaimana kontruksinya.

”Nah, bila ada dugaan ditemukan ada ketidaksesuaian dipertanyakan, artinya ada praktik mark down di dalam mengerjakan proyek jembatan oleh pengembang atau pemenang tender. Intinya harus bertanggung jawab dan perlu diselesaikan dengan baik,” timpalnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menjelaskan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, untuk sementara aksesn jembatan ditutup hingga waktu yang tak bisa ditentukan.

”Sementara jembatan kita tutup sambil menunggu proses selanjutnya,” tutur Kapolres.

(radar cianjur/mat)


loading...

Feeds

Michael Essien

Michael Essien Tetap di Persib Bandung

Rumor hengkangnya Michael Essien dari Tim Persib Bandung terbantah sudah. Pemain berjuluk Bison itu kembali berlatih bersama skuad Maung Bandung …
Kepala smpn 1 Sumber, Heri Purnama (berdiri) saat melakuka monitoring pelaksanaan simulasi UNBK. Foto: Dede/pojokjabar.com

SMPN 1 Sumber Siap Laksanakan UNBK

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer untuk tahun ke 2, SMPN 1 Sumber terus berbenah, dari mulai …