Ada Rumah Desmigratif di Sukasari Cianjur

SARANA TKI: Pemdes Sukasari sudah memiliki rumah desmigratif, atau program desa migran produktif.

SARANA TKI: Pemdes Sukasari sudah memiliki rumah desmigratif, atau program desa migran produktif.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pemarintah Desa (Pemdes) Sukasari, Kecamatan Cilaku, Cianjur sudah memiliki rumah desmigratif, atau program desa migran produktif yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker).

Rumah desmigratif itu sebagai bentuk dukungan pada upaya pemerintah menyediakan rumah layak bagi pekerja.

Kepala Desa Sukasari, Daden mengatakan, ucapan terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) juga BNI yang telah meluncurkan program tersebut.

Tentunya sangat bermanfaat buat masyarakat, khususnya warga sini dan umumnya masyarakat Cianjur.

“Karena dengan adanya program ini masyarakat bisa mengetahui juga bisa mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan, baik peluang kerja ke luar negeri maupun di dalam negeri,” katanya, Jumat (19/1) saat ditemui di meja kerjanya Jumat (19/1/2018).

Senada diungkapkan salah satu kades di Kecamatan Cilaku, para calon TKI supaya tidak salah menggunakan PJTKI atau negara-negara tujuan.

“Nah, selanjutnya dengan jelas bisa didapatkan informasi di desa desmigratif secara akurat. Kemudian ada pembinaan kepada eks TKI ke arah wirausaha, tempatnya di rumah edukasi bisa berkumpul,” timpal, Deden.

Sementara, melalui program desmigratif merupakan upaya terobosan Kemenaker RI bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan, serta memberi perlindungan bagi calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) atau TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI.

Dengan menawarkan sejumlah program unggulan yang dibutuhkan CTKI atau TKI dan keluarganya melalui pemanfaatan potensi lokal dan tidak mengabaikan karakteristik daerah setempat.

Anggota BPD Desa Sukasari Salman mengatakan, melalui peluncuran konsep tersebut pemerintah desa akan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan CTKI atau TKI.

“Ya, nantinya pihak desa akan menjadi pusat layanan komunikasi dan informasi, yang merupakan bagian proses penempatan perlindungan sejak pra penempatan sampai kembali ke daerah asalnya,” ujarnya.

Pembentukan desmigratif adalah salah satu solusi terbaik, untuk bentuk kepedulian. Selain itu sebagai upaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada TKI atau dan anggota keluarga bersifat terintegrasi dan terkoordinir antar lembaga atau kementerian.

(radar sukabumi/mat)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds