Duh… Dinkes Cianjur Paling Banyak Menunggak Pajak

Ilustrasi Pajak.

Ilustrasi Pajak.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sedikitnya 1.600 mobil dinas (mobdin) milik Pemerintah Kabupaten Cianjur berpotensi belum membayar pajak. Sebanyak 456 unit sudah dipastikan belum membayar pajak.

Dari ratusan mobdin itu, ternyata mobil dinas milik Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dinyatakan paling banyak menunggak pajak.

Kabid Akutansi dan Aset Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyortiran selama dua bulan sejak November 2017.

Dari total 1.600 mobdin, hingga kemarin pihaknya baru menyortir 800 mobil dinas. 456 mobdin milik Kabupaten Cianjur belum membayar pajak dan sisasnya sebanyak 344 unit masih dalam pemeriksaan.

“Dari jumlah tersebut diketahui yang paling banyak menunggak pajak adalah mobil dinas di bawah organisasi perangkat daerah Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/01/2018).

Ia menjelaskan, kebanyakan mobdin yang menunggak dari Dinkes kebanyakan merupakan mobil-mobil operasional. Selain di sarana kesehatan yang ada di kabupaten, juga di sarana kesehatan yang berada di kecamatan-kecamatan seperti di puskesmas. Dari 344 unit yang belum dilakukan pemeriksaan, pihaknya pun akan mencari tahu apakah mobil tersebut milik Kabupaten Cianjur atau milik instansi vertikal yang dipinjam pakaikan.

Menurutnya, Kepala BPKAD telah membuat surat yang ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Cianjur yang saat itu masih diisi Plt Aban Sobandi. Sayangnya, surat yang dikirim ke setiap OPD untuk melaporkan aset kendaraan tak kunjung direspons oleh pihak OPD. Berkaca dari hasil tersebut pihaknya langsung berkomunikasi dengan wakil bupati Herman Suherman untuk kembali membuat surat.

“Kali ini kami sudah sortir. Jadi jelas beberapa dinas yang kendaraannya masih menunggak. Kami akan kirim surat kembali yang ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati kepada dinas-dinas terkait,” katanya.

Ia menjelaskan, akan mengirim surat tersebut dalam waktu dekat paling lambat pekan depan. Ke depan, pihaknya juga akan menyarankan pihak Samsat Cianjur untuk bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar Samsat mobile secara rutin ke pelosok seperti bagian selatan Cianjur.

“Ada beberapa program yang bisa dikerjasamakan dengan Samsat, seperti CNL yang merambah ke selatan, kami berharap kerjasama tersebut dilakukan agar potensi pajak kendaraan dinas khususnya bisa diambil,” katanya.

(radar cianjur/dil)


loading...

Feeds