Gara-gara Ini Warga Pamoyanan Cianjur Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Agus Setiawan bin Komarudin (48) salah seorang warga Kampung Baru RT 3/20, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (gandir), Senin (8/1/2018) sekitar pukul 12:30 WIB.

Cucum Mulyati (38) warga setempat mengatakan, gantung diri dilakukannya akibat penyakit sudah hampir satu tahun dari saat ini tidak kunjung sembuh juga, sehingga dirinya nekad melakukan hal tidak wajar.

“Saya juga sebelumnya tidak percaya dia melakukan gandir, maka itu membuat geger dan heboh tetangga,” kata dia saat ditemui di lokasi kejadian.

Agus melakukan gandir dengan kain sarung. Pria itu nekat gantung diri di rumahnya sendiri karena diduga depresi setelah penyakit gula dideritanya sudah setahun tak kunjung sembuh.

“Pelaku saat melakukan gandir memakai pakaian koko (busana muslim) warna putih, lalu pakai sarung dan menggunakan peci. Kasihan juga kondisinya sudah memperihatinkan dan ngeri juga, kenapa bisa melakukan hal seperti itu,” ujar, Rahmat Hidayatullah (40) masih warga setempat sebagai saksi mata, kemarin.

Sementara, setelah mendengar laporan jajaran Polsek Cianjur Kota langsung menuju TKP, yang sebelumnya korban sempat hendak ditolong warga untuk menyelamatkan nyawanya, namun saat diperiksa korban ternyata sudah tewas.

“Salah satu warga menghubungi petugas, sehingga kita langsung menuju TKP untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi korban,” kata Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Iskandar.

Masih menurut Kompol Iskandar, korban sudah ditemukan gantung diri menggunakan kain sarung. Tanda-tanda yang ditemukan di TKP itu kondisi lidah sudah menjulur dan air mani keluar.

“Kini, korban murni tewas karena bunuh diri. Kondisi itu dilihat dari ciri-cirinya, lidah menjulur, adanya bekas jeratan memar pada leher, keluar sperma di seputar kemaluan dan keluar kotoran pada dubur,” pungkas Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Iskandar.

(radar cianjur/mat)


loading...

Feeds