Ngeri, Gay di Cianjur Rambah PNS

LGBT

LGBT

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Laki-laki seks laki-laki (LSL) alias gay ternyata merambah di berbagai kalangan.

Yang terbaru saja, bahkan komunitas yang dinilai relatif melenceng ini berada di tengah-tengah masyarakat tak terkecuali di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) pemerintah Kabupaten Cianjur.

PNS gay tak pernah membuka diri. Mereka lebih cenderung menutup diri dan identitasnya di tengah-tengah masyarakat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Cianjur, Hilman mengatakan, hasil data lapangan menunjukkan ada peningkatan jumlah LSL di Kabupaten Cianjur.

Ia menilai, peningkatan ini dinilai mengkhawatirkan sekali untuk Kabupaten Cianjur. Sementara di luar sana kemungkinan bisa saja ada yang tidak terdata dan menutup diri untuk terbuka.

”Data kami menunjukkan bahwa gay meningkat hingga Desember kemarin sebesar 1600 itu secara keseluruhan. Namun hasil pemetaan secara kecil hanya 262 tidak keseluruhan,” ujarnya saat mengadakan Sosialisasi Hasil Pemetaan Wilayah Kabupaten Cianjur 2017 di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Kamis (4/1/2018).

Kegiatan ini merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan arahan dari KPA Provinsi Jawa Barat. Dari 27 Kabupaten dan Kota, hanya 16 yang mendapatkan program tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui keberadaan populasi kunci dan menentukan kebijakan di Pemda Jawa Barat.

Populasi kunci adalah populasi yang bisa beresiko terkena HIV Aids, dalam hal ini yakni pekerja seks komersial, pengguna napzah jarum suntik (penasun) dan laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki (lsl).

Sementara di luar sana kemungkinan bisa saja ada yang tidak terdata dan menutup diri untuk terbuka, ini menjadi salah satu tugas yang cukup berat bagi beberapa kalangan.

Pada kesempatan itu diundang pula Kepala Dinas PPKBP3A, perwakilan dari Dinas Pendidikan, perwakilan dari MUI Kabupaten Cianjur, LSM Lensa dan Ketua Srikandi Panghegar Kabupaten Cianjur.

Tak ingin ketinggalan kesempatan, Ketua Srikandi Panghegar Kabupaten Cianjur, Nadien Alexa menuturkan, semua ingin ada perubahan lebih baik namun tidak instan dan butuh proses,

”Semua itu pasti melalui proses untuk ke arah lebih baik, dan saya sebagai komunitas waria tidak akan berkutat di sini tapi masih banyak teman-teman yang membutuhkan saya dan hanya orang komunitaslah yang bisa masuk ke komunitas seperti yang dibahas dari MUI,” ujarnya.

Ia berharap, ketika akan diarahkan untuk ke jalan lebih baik seharusnya tidak harus ditakut-takuti. Ada beberapa teman waria dari Nadien yang sudah kembali menjadi lelaki pada hakikatnya, itu pula menjalani beberapa proses.

”Kami pun tidak tinggal diam dalam melihat perkembangan ini, dengan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar tidak ada LGBT atau waria yang selanjutnya, sehingga tidak ada nadien yang lain cukup kita saja,” harapnya.

Bantahan pun sempat terucap dari Nadien, bahwa dari pihaknya tidak pernah merekrut atau mengajak untuk bergabung. Banyak stigma negatif yang dirasakan olehnya, namun dirinya membuktikan dengan kegiatan yang positif.

”Kami hanya ingin diberi ruang untuk menyampaikan kepada generasi muda agar tidak terjerumus seperti kami, jadi sudahlah cukup kami saja,” jelasnya.

(radar cianjur/cr1/mat)


loading...

Feeds