Gara-gara Ini 400 Ton Ikan di Jangan Cianjur Mati Mendadak

SURUT: Beberapa perahu terparkir di bibir jangari. Akibat perubahan musim, ratusan ton ikan mati.

SURUT: Beberapa perahu terparkir di bibir jangari. Akibat perubahan musim, ratusan ton ikan mati.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Balai Pengembangan Perikanan Perairan Umum (BP3U) Kabupaten Cianjur menyebutkan, akibat pergantian cuaca tahun 2017 saat ini, petani ikan di Jangari merugi, Kamis (14/12/2017).

Staf BP3U Kabupaten Cianjur Amin mengatakan, kejadian ini terbesar di Cianjur.

”Air yang kemarin surut kini mulai normal kembali, minimal ketinggian kesitar 60 persen standarnya,” kata dia.

Pihaknya menyebutkan, masing-masing yang terkena dampak diantaranya blok Cipanas, Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang, lalu blok Bayabang dan Calingcing Desa Siandangjaya Kecamatan Ciranjang, Pasir Bogor, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, blok Jati Nenggung Kecamatan Cikalongkolun, dan blok Ciputri desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon.

”Kalau satu blok itu rata-rata sekitar tiga hektar bila di bandingkan dengan daratan,” timpalnya saat ditemui di meja kerjanya.

Masih menurut Amin, ada sekitar 400 ton ikan mati akibat cuaca buruk masing-masing diantaranya ikan emas sekitar 200 ton, nila 100 ton dan terkahir ikan bawal sekitar 100 ton.
Kalau ikan berukuran kecil agak kuat, matinya ikan akibat perubahan cuaca atau musim amoniak atau sisa pangan ikan.

”Kerugian petani budidaya ikan hampir sekitar 75 persen,” timpal, Amin kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar).

Staf BP3U Kabupaten Cianjur lainnya, Dori menghimbau kepada para petani ikan, tanam ikan di bulan November dan Desember harus dikurangi minimalnya sekitar 50 persen.

”Artinya menunggu cuaca atau musim stabil dulu, dan mengenai pakan harus dikurangi juga hal serupa,” pungkasnya.

(radar cianjur/mat)


loading...

Feeds