Komunitas Bagong Mogok Cianjur Fokus Bangun Jembatan dan Rutilahu di Agrabinta

Komunitas Bagong Mogok Cianjur Fokus Bangun Jembatan dan Rutilahu di Agrabinta

Komunitas Bagong Mogok Cianjur Fokus Bangun Jembatan dan Rutilahu di Agrabinta

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Komunitas Bagong Mogok terus tebar kebaikan melalui program sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat. Seperti halnya saat ini sedang fokus bangun jembatan dan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kecamatan Agrabinta Cianjur.

Ketua Harian Bagong Mogok (BM) Social Community, Kang Gopar mengatakan, komunitasnya bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan khususnya, dan hal lainnya. Mengenai kegiatan sosial ditujukan untuk membantu sesama yang membutuhkan, dalam kegiatannya BM menggunakan pendekatan community engagement yaitu suatu pendekatan dengan cara membentuk jejaring di masyarakat.

“Ya, diantaranya para tokoh masyarakat yang dapat kita rangkul untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat. Sehingga timbul rasa peduli membantu sesama bahu membahu bekerjasama secara produktif,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, sedikit berbagi tentang filosofi Sunda ‘Bagong Mogok’ Dalam bahasa sunda, Bagong Mogok menggambarkan keadaan salah satu binatang (bagong) yang terluka oleh pemburu dan posisinya terpojok, artinya tidak ada lagi tempat bisa meloloskan diri dan tidak ada lagi bantuan bisa menyelamatkannya. Hanya dirinya yang harus berbuat untuk melepaskan diri dengan cara bertempur sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan.

“Bagi pemburu yang ahli situasi bagong yang mogok lebih berbahaya dari pada menghadapi macan sekalipun,” timpal Gopar, Selasa (5/12/2017).

Lalu kenapa komunitas sosial yang dibentuk, memilih nama Bagong Mogok? hal itu karena sangat prihatin dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Banyak rekan, sahabat, keluarga dan masyarakat sangat kekurangan tidak punya pekerjaan, tidak punya lahan, tidak punya rumah bahkan untuk sekedar makan pun susah.

Sementara, Ketua Umum Bagong Mogok (BM) Social Community, AKBP Asep Guntur Rahayu memaparkan, tragisnya lagi bantuan dari pemerintah tidak dapat atau tidak sampai kepada menerima manafat.

“Kami tergabung dalam komunitas sosial ini meminjam semangat sekuat tenaga untuk membantu masyarakat kesusahan dan terpojok hidupnya. Bila berkenan dan sependapat silahkan bisa bergabung untuk bersama satu tujuan sekuat tenaga membela masyarakat yang susah perlu dibantu,” katanya didampingi, Ketua Bagong Mogok (BM) Social Community Cianjur, Kompol Santiaji Kartasasmita.

Sementara, kenapa harus lambang Bagong, bukankah itu binatang yang najis. Hal itu sesuai dengan diri mereka tergabung dalam Bagong Mogok (BM) Social Community. Karena, mereka sadar sepenuhnya bahwa mereka bukan lah kumpulan orang-orang suci, banyak dosa bahkan mungkin lebih banyak jika dibanding dengan rekan atau saudara ada di Lapas dan lebih menjijikan dibanding Bagong.

“Mungkin hanya saja sampai saat ini Alhamdulillah, Allah SWT masih menutup aib kami, tapi biarpun bukan orang suci berkeinginan untuk berbuat baik dengan cara berbagi terhadap sesama membutuhkan uluran tangan,” ungkap, Ketua Jabar Bagong Mogok (BM) Social Community, Hilman Muslim.

(radar cianjur/mat)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …