FSPTSK-SPSI : UMK Cianjur 2018 Jauh dari Kriteria Hidup Layak

Ilustrasi Kenaikan UMK.

Ilustrasi Kenaikan UMK.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – UMK Kabupaten Cianjur mengalami penginkatan dari tahun sebelumnya, Rp1,989.115,00 dan naik di tahun 2018 menjadi Rp2.162.366,91.

Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTSK-SPSI) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan, keputusan maupun penetapan UMK tersebut khususnya untuk Cianjur tidak sesuai, karena itu sangat jauh sekali jika dilihat dari kriteria hidup layak.

“Jika dilihat atau disesuaikan dengan kriteria hidup layak sangatlah jauh, intinya keputusan UMK di Cianjur tidak sesuai atau tidak pas,” ujarnya.

Ia menuturkan, keputusan UMK Cianjur menjadi Rp2.162.366,91 sangatlah kurang karena kalau dilihat sesuai dengan hidup layak sangatlah minim, dimana minima UMK seharusnya khususnya di tahun 2018 sebesar Rp2,5 hingga Rp2, 6 juta.

Karena kebutuhan yang ada di Kabupaten Cianjur hampir sama dengan Kabupaten atau Kota tetangga, seperti Kabupaten Sukabumi dan Bogor, dimana misal harga kosan sudah mencapai Rp500 ribu perbulan, yang sama dengan daerah lain.

“Untuk itu, kita tak hentinya akan memperjuangakan hak buruh ataupun karyawan dan terus menerus untuk berusaha untuk dilakukannya pencabutan Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, yang mana kedepan kitapun semua SPSI di Indonesia akan melakukan aksi ke DPRRI Istana,” ujarnya.


loading...

Feeds

Suspect Difteri

5 Warga Bekasi Suspect Difteri

Penderita Difteri di Kota Bekasi bertambah. 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah sakit …