Lho, Ada Kepala Sekolah di Cianjur Rangkap Jabatan

ilustrasi Kepala Sekolah.

ilustrasi Kepala Sekolah.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Isu rangkap jabatan Kepala Sekolah di Kecamatan Cikalongkulon menjadi buah bibir, yang memicu kecemburuan di dunia pendidikan.

Riki (39) selaku pemerhati dan pengamat pendidikan mempertanyakan, kalau melihat aturannya tidak boleh harus memilih salah satu sekolah. Kalau guru masih bisa rangkap jabatan, tapi kalau kepala sekolah dari mana aturannya.

“Tentunya, saya mempertanyakan dimana aturannya dan apakah boleh kepala sekolah menjadi pimpinan di dua sekolah atau merangkap,” tanyanya.

Menurut bocoran, salah satu kepala sekolah yang rangkap jabatan ada di Kecamatan Cikalong. Dia jadi kepala sekolah di SMP PGRI dan SDN Sukajadi.

“Paling lama jadi kepala di SMP PGRI. Kalau di SD baru menjabat sekitar tiga minggu,” ujar Riki.

Ia menyambungkan, artinya kalau guru dan Kepsek tidak boleh meninggalkan sekolah saat jam pelajaran.

Apabila Kepsek tersebut merangkap jabatan, berarti salah satu sekolah dipimpin olehnya itu harus ditinggalkan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Seperti yang diketahui, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah hanya satu, jadi dia punya dua SK kalau begitu dong. Nah, aturan dari mana itu,” ujar, Dani (40) yang juga seorang pemerhati pendidikan yang masih kuliah.

Sementara, Kepala SMP PGRI, Hj Lilis mengatakan, kenapa bisa merangkap jabatan, karena sudah diberikan Surat Keputusan (SK) dari Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cianjur, asalkan satu sekolah statusnya swasta bukan negeri.

“Ya, memang saya memiliki dua SK. Sesuai tugas diintruksikan untuk melaksanakan tugas saja,” singkatnya.

(radar cianjur/mat)


loading...

Feeds

Suspect Difteri

5 Warga Bekasi Suspect Difteri

Penderita Difteri di Kota Bekasi bertambah. 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah sakit …