Petani di Gekbrong Cianjur Terpaksa Jual Padi sebelum Panen, Kenapa?

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Petani di wilayah Kecamatan Gekbrong saat ini tengah panen raya padi. Namun masih banyak yang menjual hasil panennya dengan sistem tebasan.

Padahal sistem tebasan atau para tengkulak membeli padi sebelum dipanen, berpotensi memotong sebagian dari penghasilan para petani.

Penjualan dengan sistem ini merugikan para petani karena mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan sesuai dengan Harga Pembelian Petani (HPP) yang seharusnya lebih menguntungkan.

Kepala Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPBTPH) Kecamatan Gekbrong, Yayat Duriat mengatakan, banyaknya petani yang menjual hasil panennya dengan sistem tebasan karena petani dihadapkan dengan kebutuhan, apalagi mendesak untuk segera mendapatkan uang.

Biasanya, para tengkulak sudah beroperasi menawarkan hutang kepada petani yang membutuhkan uang sebelum lahan sawahnya dipanen. Bahkan, ada pula yang sudah menjual padinya dengan sistem tebasan, pada saat tanaman berumur sebulan, sehingga harga jual yang diperoleh sangat rendah.


loading...

Feeds

SIDAN G: Suasana sidang SSA di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok. Ade/Radar Depok

Program SSA di Depok Belum Ada Kajian

Persidangan pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) masih terus berlanjut. Pada persidangan yang digelar Kamis (18/1/18) di Pengadilan Negeri Kelas 1B …