Tawuran di Cianjur Masalah Klasik Namun Serius, Bagaimana Cara Memberantasnya?

Wabup Cianjur, Herman Suherman saat menjenguk korban tawuran.

Wabup Cianjur, Herman Suherman saat menjenguk korban tawuran.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Menyikapi peristiwa meninggalnya siswa SMP di Cianjur, Kriminolog Cianjur, Kuswandi mengaku, sangat prihatin atas terjadinya kasus seperti itu. Menurutnya, tawuran sebenarnya menjadi masalah klasik namun serius.

Artinya, tidak bisa dilakukan oleh satu intanasi saja dalam memecahkan permasalahan. Namun permasalahan yang harus dipecahkan bersama-sama dimana akar permaslahannya harus segera dibereskan.

“Permasalahan itu, harus diberantas. Diibaratkan pohon, harus diberantas hingga keakarnya, karena yang terjadi saat ini hanya diberantas ranting-rantinya saja. Untuk itu, di sini harus adanya peran bersama-sama, baik itu pemerintah, kepolisian, guru, serta para orangtua dalam memecahkan permasalahan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyebab siswa kerap kali melakukan tawuran karena hal kecil. Pada mulanya dari saling lihat dan saling ejek. Emosi yang labil dinilai menjadi salah satu pemicu siswa mudah terpancing emosi dan tak segan untuk melukai siswa lainnya.

Tak hanya itu, permasalahan lain yang dinilai tak kalah penting yaitu tawuran menjadi salah satu warisan dari sejumlah senior atau alumni yang sudah lulus keluar dari sekolah.

“Jadi ada istilahnya, kalau gak nongkrong tawuran dibilang ‘enggak asik’ atau bahkan nanti malah dikucilkan dan dimusuhi,” paparnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com).



loading...

Feeds