Desa-desa di Cianjur Keberatan Bangun Embung Air

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Salah satu program dari Kementrian Desa yang memperioritaskan setiap desa untuk membangun embung atau kolam penampung air ternyata dikeluhkan oleh sejumlah kepala desa di Kabupaten Cianjur.

Sejumlah Kepala Desa mengaku keberatan dengan ketentuan pemerintah pusat dengan mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembangunan embung, apalagi bagi desa yang tidak memiliki lahan yang cukup luas.

Rencana masuknya program pembangunan embung tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi program dari kementerian desa, yakni empat prioritas pembangunan mulai dari BUMDES, embung, produk asli desa (Prukades) dan sarana olahraga yang digelar di di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Cianjur, di Jalan Raya Bandung, Cianjur kemarin.

Kepala Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah, Dedi Saepudin, mengaku adanya ketentuan dari kementerian desa, seluruh desa harus membuat embung atau kolam penampungan air untuk menanggulangi kekeringan di kemudian hari, apalagi kabarnya pada 2019 dan 2020 bakal terjadi kekeringan panjang.

Menurutnya program tersebut bagus, tetapi tidak semua desa bisa membuat embung, sehingga tak akan bermanfaat untuk desa yang tidak mungkin membuatnya, oleh karena itu, bisa dialihkan pada prioritas pembangunan yang lain. Menurutnya, Desa Sabandar yang terletak di dataran rendah tak memungkinkan untuk pembuatan embung air.

Di Sabandar menggunakan air dari sungai dan air bersih dari sumur serta Perumdam.



loading...

Feeds