Pelayanan Perumdam Cianjur Dinilai Amburadul, Pelanggan Gelar Aksi

Pelanggan Perumdam Cianjur gelar aksi.

Pelanggan Perumdam Cianjur gelar aksi.

Bupati dalam hal ini pasti merasa kecewa atas kerjanya semakin memburuk. Intinya menghimpun pelanggan Perumdam yang merasa pelayanan Perumdam selama ini bermasalah, yang disebabkan ada dugaan pengelolaan perusahaan yang dinilai amburadul. Sehingga berdampak pada pelayanan.

“Kalau pimpinan Perumdam sudah tidak mampu ya lebih baik ganti sama yang mampu toh, terus masukan juga terkait jumlah tagihan meteran yang berbeda lebih besar dari rilnya,” tegasnya.

Ia menyambungkan, dalam hal ini beliau harus mengevaluasi kinerja pimpinan Perumdam tersebut. Sehingga ada langkah dan solusi terbaik secara berkelanjutan untuk kepentingan pelayanan masyarakat, dalam hal ini prioritas pelanggan. Supaya tujuan program Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai sesuai harapan.

“Aksi damai melalui petisi tandatangan ratusan warga ada beberapa tungtutan dan aspirasi dikeluhkan, terutama soal pelayanan jelasnya. Bila masih belum ada perubahan kami akan turun ke jalan lagi, setelah aksi ini akan berlanjut audensi ke dewan untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan salah satu karyawan Perumdam Cianjur yang akrab dipanggil Wonk (40), selain pelayanan buruk seperti yang dituduhkan para demonstran, kesejahteraan karyawan juga menurun.

Sedangkan tarip naik dua kalidan efesiensi perbulan sekitar 87 persen percabang, lalu keterlambatan upah kerja dan tunjangan selalu terlabat, biaya bocoran selalu tidak terealisasikan. Sering nunggaknya tabungan Simponi. Padahal, itu adalah potongan upah kerja yang diambil setiap bulan.

“Selain itu sering nunggaknya setoran ke Dapenma, sehingga karyawan khawatir seperti sudah dialami oleh yang pensiun sekarang sampai sekitar tujuh bulan tidak mendapatkan pensiunan,” terangnya.


loading...

Feeds