Lelang DAK di Cianjur Dinilai Tak Transparan

Foto Ilustrasi : DAK ( Dana Alokasi Khusus)

Foto Ilustrasi : DAK ( Dana Alokasi Khusus)

POJOKJAABR.com, CIANJUR – Warga Cianjur yang tergabung dalam Koalisi NGO (Non Government Organitation) Cianjur, yang didalamnya ada Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (Justice), Komunitas Bantuan Advokasi (Komando), Wahana Aspirasi Masyarakat (WAM) Cianjur, Formalistic, Komite Masyarakat Untuk Demokrasi (Komdak) mempertanyakan sekaligus menuding melalui proses pengadaan barang dan jasa (tender) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 tidak sesuai tahapan, tidak transparan, tidak objektif dan kental berbau korupsi, kolusi dan nepotisme.

Ketua Wahana Aspirasi Masyarakat (WAM) Cianjur, Iwan Hermawan menyampaikan beberapa temuan dugaan penyimpangan mengenai proses pengadaan barang dan jasa atau tender melalui anggaran DAK tahun 2017 di lingkungan Dinas PUPR Bidang Irigasi dan Pengairan Kabupaten Cianjur, itu cenderung ada penggiringan alias tidak netral dan terbuka.

“Ada dua pengadaan barang dan jasa (tender) kegiatan yaitu rehabilitas DAM irigasi (DI) masing-masing di Kampung Ciraden Cibalu, Desa Mekarsari, Kecamatan Cilaku pagu anggaran senilai Rp2 miliar dan senilai. Sumbernya itu dari Alokasi Dana Khusus (DAK) tahun 2017,” jelas dia kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com).

Ia menyambungkan, rehabilitas DAM irigasi (ID) di Kampung Genteng, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku melalui pagu anggaran sekitar Rp1 miliar hal sama sumber anggaran dari DAK tahun 2017 di lingkungan PUPR bidang irigasi dan pengailran Kabupaten Cianjur.

“Jelasnya ada penggiringan ke salah satu Partai Politik (Parpol) terkuat di Kabupaten Cianjur saat ini, seharusnya DAK tidak boleh. Karena duit melalui APBN,” timpal, Iwan One panggilan akrab di lingkungan aktivis Cianjur.



loading...

Feeds