Lahan Produktif di Sukamulya Cianjur Digaruk Habis

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sejak dulu, Cianjur dikenal merupakan lumbung padi. Tak hanya bagi Jawa Barat, tapi juga di kancah nusantara. Beras Pandan Wangi yang masyur karena enak, pulen dan mengeluarkan aroma daun pandan yang harum hanya dihasilkan di Cianjur.

Namun ternyata semua itu berubah seiring banyak berdiri pabrik-pabrik dan perumahan. Upaya mencegah alih fungsi lahan produktif pun dilakukan Bupati Cianjur, dengan surat moratorium yang dikeluarkan tanggal 7 September 2016.

Pantauan di sejumlah titik lokasi, seperti halnya di Desa Mayak, Kecamatan Cibeber masih banyak ditemukan pembangunan-pembangunan yang merusak lahan produktif. Seperti rencana pembangunan atau perumahan Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah secara terang-terangan gerus sikat habis hektaran lahan produktif.

“Wah, kini sudah habis kang? Lahan produktif habis diratakan untuk dijadikan perumahan,” aku Kelompok Kajian Kebijakan Publik (K3P) Kabupaten Cianjur, Asep Abdul Azis.

Beberapa poin berdasarkan surat keputusan Bupati Cianjur seolah dipatahkan tidak digubris mengenai isi moratorium. Merujuk pada Undang-undang nomor 14 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat, Undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tak Sehat, Undang-undang nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …