Kartini Modern di Cianjur Ini Berjuang di Gerbong Kereta, Tinggalkan Keluarga Demi Tugas

Rail Clinic

Rail Clinic

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Hari Kartini masih menyiksakan banyak pekerjaan rumah bagi para perempuan. Banyak yang sudah berkiprah dan berjuang untuk eksistensi para kaum hawa dari ekplorasi di berbagai bidang.

Kamis (20/4/2017), di Stasiun Cianjur, sejumlah kaum perempuan berjuang bersama para penumpang di gerbong kereta.

Mereka menamainya dengan nama Rail Clinic, sebuah rangkaian kereta api, yang khusus membuka layanan kesehatan secara gratis.

Dua orang dokter cantik nan ramah melayani satu demi satu pasien yang ingin memeriksa giginya. Salah satu di antaranya adalah Raden Rahayu Mayasari. Wanita berdarah sunda yang murah senyum itu mengaku sangat menikmati profesinya saat ini.

Sebagai Kartini modern, dalam menjalankan profesinya itu Rahayu mengaku banyak mendapat pelajaran dan pengalaman berharga, termasuk saat harus berpergian selama beberapa hari ke luar kota demi menunaikan tugas. Tercatat, setelah membuka pelayanan kurang lebih tiga jam, Rahayu sudah menerima 13 pasien yang ditangani.

“Kebetulan sudah sering ikut Rail Clinic dari tahun lalu. Di tahun 2017, ini mengawali rangkaian tugas Rail Clinic. Sebelumnya di Tasikmalaya, sekarang di Cianjur. Pengalaman paling lucu itu kalau tugas di daerah Jawa, saya yang orang sunda ini suka kesulitan memahami bahasanya. Otomatis harus didampingi penerjemah saat melayani,” kenangnya.

Demikian pula dikatakan Jayanti Wulansari. Dara kelahiran Bandung 24 tahun silam itu bertugas sebagai perawat yang melayani pemeriksaan gula dara, asam urat dan kolesterol.  Fakta yang mencengangkan terungkap. Rupanya kala itu hari pertama Jayanti bertugas di Rail Clinic.

“Baru menangani pasien 20 orang lebih. Kalau ditanya soal memaknai Hari Kartini, tentu jadi kebanggan untuk perempuan seperti saya agar terus berkarya sesuai bidang yang digemari. Untuk tugas seperti ini memang cukup menantang, harus pergi keluar kota, tentunya sesudah ada izin orang tua,” akunya.

Sementara itu, Kartini lainnya, Rina Supriani (29) mengharapkan, kaum perempuan bisa terus bangkit lagi seraya terus berkarya. Ibu muda yang sudah dikaruniai dua orang anak itu bertugas sebagai petugas kesehatan yang setiap harinya memeriksa awak kereta api yang bertugas mengantar penumpang. Meski harus membagi waktu, namun Rina mengaku sangat menikmati tugasnya yang tak jarang mesti terjun langsung ke lapangan itu.

“Emansipasi ini, tentunya kaum perempuan jadi lebih dihargai. Apalag di PT KAI Daop II Bandung ini, sudah banyak kaum perempuan yang mampu menuntaskan tugas, yang biasanya dilakukan kaum pria. Tak harus selalu jadi Ibu Rumah tangga, namun kita juga perlu terus berkarya,” pungkasnya.

(radar cianjur/lan)



loading...

Feeds