Miris, Upah Buruh di Cianjur Rp10 Ribu

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pihak Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Cianjur menyoroti soal kesejahteraan hak-hak normatif yang dinilai masih belum terpenuhi secara merata. Seperti halnya, untuk sektor industri UMK di Kabupaten Cianjur saja hanya mendapat Rp 1,8 juta dan itu dirasakan sangat kecil tak seimbang.

”Jelaslah dengan kebutuhan hidup di zaman saat ini tentunya tak layak dan tak akan memenuhi,” jelas Sekertaris FSPMI Cianjur, Ade Muslih saat dihubungi, Senin (31/10/2016) siang kemarin di Sekertariatnya, Jalan Raya Bandung KM 1, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Pihaknya menyikapi, di sektor pertanian dan perkebunan masih jauh memprihatinkan dan masih ada sejumlah perusahaan membayar upah sekitar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Nah, itu artinya bahwa buruh di Kabupaten Cianjur masih jauh dari kata layak. Buruh Cianjur merupakan warga putra daerah mengadu nasib sebagai pekerja pabrik, peternakan, dan perkebunan.


loading...

Feeds