Pelayanan Masih Memble, 45 Puskesmas di Cianjur Malah Plesiran

Ilustrasi/Radar Cianjur

Ilustrasi/Radar Cianjur

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dipakai workshop ke Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) bagi puluhan puskesmas di Kabupaten Cianjur, dikecam anggota Komisi IV DPRD Cianjur. Pasalnya JKN sendiri fungsinya untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

”Pelayanan puskesmas saat ini di Cianjur masih memble. Sedikit-sedikit rujuk pasien ke RSUD. Kalau begitu terus Puskesmas ini fungsinya apa?,” kata Anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Ence Deni Nuryadi kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), Minggu (23/10/2016).

Dia menyesalkan anggaran sebesar Rp12 miliar yang dipecah ke 45 puskesmas, tadinya diharapkan mampu melayani dan menangani masyarakat yang sakit. Anggaran sebesar itu menurutnya diperuntukan bagi sarana serta prasarana penunjang kesehatan.

Kata Ence, seharusnya puskesmas bisa memanfaatkan anggaran JKN untuk menambah tenaga kesehatan ataupun fasilitas penunjang kesehatan lainnya untuk pelayanan lebih baik lagi bagi masyarakat.

”Dari Rp12 miliar masing-masing puskesmas rata-rata menerima kurang lebih sekitar Rp266 juta per tahun. Uang itu seharusnya dipakai buat orang sakit, bukannya plesiran,” cetusnya.


loading...

Feeds