Waduh… Jumlah Santri di Cianjur Terus Menyusut

BERDIRI TAHUN 1932: Pesantren Gelar di Desa Peteuycondong Kecamatan Cibeber tetap teguh sebagai Pesantren Salafiyah.

BERDIRI TAHUN 1932: Pesantren Gelar di Desa Peteuycondong Kecamatan Cibeber tetap teguh sebagai Pesantren Salafiyah.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pondok pesantren (ponpes) dinilai semakin tak menarik bagi masyarakat. Indikasi ini terlihat dari surutnya jumlah para santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren. Meski demikinan Pondok Pesantren Gelar di Desa Peteuycondong Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur sudah berdiri sejak tahun 1932 hingga kini. Pesantren ini tetap berpegang teguh menjadi pesantren salafiyah, walaupun jumlah santri terus berkurang.

Meski pesantren jumlah santrinya mulai berkurang, namun Keberadaannya pesantren ini di Desa Peteuycondong sangat membantu masyarakat untuk mendapat pendidikan agama. Sebab pendirian pesantren ini dilatarbelakangi minimnya pendidikan agama warga sekitar.

Menurut Sesepuh Pondok Pesantren Gelar, KH Faisal saat disambangi Radar Cianjur (21/10) dikediamanya mengatakan, Pondok pesantren Gelar berdiri pada tahun 1932 oleh Pengersa Mama KH Ahmad Syubani bin Husnen. Selanjutnya pondok pesantren Gelar dilanjutkan oleh putra pertamanya yang bernama KH Zein Abdossomad (Pangersa Mama Gelar).


loading...

Feeds