Galian Bata Cimanggu Cianjur Rusak Dua Desa

RUSAK LINGKUNGAN: Aktifitas galian bata merah di Desa Cimanggu dan Cibadak mendapat keluhan beragam dari warga.

RUSAK LINGKUNGAN: Aktifitas galian bata merah di Desa Cimanggu dan Cibadak mendapat keluhan beragam dari warga.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Ada sisi positif dan negatifnya terkait sejumlah aktifitas kerajinan tangan pres bata merah baik secara manual dan mesin cetak khusus. Seperti halnya para pengrajin bata merah ada di Desa Cimanggu dan Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Hasil keterangan sejumlah warga menuding, keberadaan galian bata merah merusak alam dan ada pula sisi baiknya bisa merekrut tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia (SDM) beberapa warga setempat. Hal sependapat dilontarkan sejumlah warga selaku Komunitas Pemantau dan Pemerhati Alam (PPA) Kabupaten Cianjur mengomentari, aktifitas bata merah dinilai merusak alam dan lingkungan sekitar.

“Dampak dari aktivitas atau rutinitas sejumlah pengrajin galian bata merah itu kan tanahnya diambil dari tanah merah sebagian besar menggali di bukit atau gunung sehingga merusak alam. Nah, sama saja memancing bencana longsor,” jelas Dang Hendra (39) diamini beberapa kawannya Ari (26) dan Nurjaman (40) saat dihubungi Jumat (21/10/2016).

Pantauan di lapangan di beberapa titik dan lokasi, kondisi bukit atau gunung memang nampak terlihat habis digerogoti aktifitas galian bata merah di dua desa Kecamatan Cibeber. Namun, keberadaan para pengusaha bata merah menuai pro dan kontra, apalagi di zaman sekarang ini susahnya mencari peluang kerja kalau tak dibarengi dengan keahlian dan pengetahuan, relasi dan hal lain ujung-ujungnya harus ada duit.


loading...

Feeds