Prihatin, Gubuk Reyot Berdinding Kain Sarung di Cianjur Ini Nyaris Roboh

NYARIS ROBOH : Gubuk milik Rokayat (55) asal warga Kampung Pasir Pari RT2/RW10, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

NYARIS ROBOH : Gubuk milik Rokayat (55) asal warga Kampung Pasir Pari RT2/RW10, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Bantuan dikucurkan pemerintah melalui beberapa dinas terkait ternyata masih belum menyentuh secara menyeluruh alias tak merata. Bisa dikatakan sungguh ironis, ternyata masyarakat Cianjur masih banyak di bawah garis kemiskinan. Terbukti, pantauan di lapangan masih ada satu keluarga hidup tak layak di bekas lumbung padi nyaris reyod, seperti halnya rumah milik Rokayat (55) asal warga Kampung Pasir Pari RT2/RW10, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Pihak desa setempat menyebutkan sekaligus menginfromasikan, keluarga Rokayat sudah hampir puluhan tahun hidup di bekas lumbung padi. Sudah hampir sekitar 20 tahun lebih sampai detik ini belum pernah menerima sejumlah bantuan.

“Pernah menerima bantuan melalui suntikan anggaran dari Program Keluarga Harapan (PKH), namun entah kenapa saat ini tak menerima lagi. Padahal kasihan memang keluarga itu benar-benar tak memapu perlu dibantu oleh beberapa pihak,” kata Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan diamini Poldes, Ajat saat berkunjung ke ke kediaman Rokayat.

Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dan sejumlah warga mengakui, prihatin bila melihat kondisi keluarga ini, rumah pangung nyaris ambruk dan sebagian besar dindingnya dihalangi oleh kain. Selain itu, pintu terbuat dari papan dan bambu sudah rapuh nyaris ambruk. Pasalnya, memang sudah reyod perlu ada pasokan dana untuk merehab rumah tak layak huninya (rutilahu). Rumah panggungnya berukuran sekitar 5×3 meter dan tanahnya pun bukan milik pribadinya sendiri melainkan milik tetangganya, Pupun (40) masih warga setempat.


loading...

Feeds