Di Balik Jeruji, 18 Napi Ikut UN

SERIUS: Sebanyak 18 narapidana Lapas Kelas IIB Cianjur, tengah serius isi soal UN Paket C. Foto : Guruh / Radar Cianjur / Pojoksatu.id

SERIUS: Sebanyak 18 narapidana Lapas Kelas IIB Cianjur, tengah serius isi soal UN Paket C. Foto : Guruh / Radar Cianjur / Pojoksatu.id

POJOKSATU.idm CIANJUR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Paket C yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur, Senin (13/4) sempat terlambat setengah jam dari jadwal yang telah ditetapkan. Semestinya, ujian Paket C itu harus dimulai pada pukul 13.30 WIB, namun baru bisa dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Keterlambatan pelaksanaan UN Paket C itu akibat pihak pengawas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur terlambat datang. Keterlambatan tersebut diakibatkan harus mengikuti kegiatan seremonial pembukaan UN Paket C di SMK Otomotif Cianjur Jalan Magkupraja, Nagrak, Cianjur.

“Mohon maaf saya terlambat datang,” kata Santi Harmila, pengawas UN Paket C yang masih terlihat ngos-ngosan setelah naik tangga menuju ruangan dilaksanakan UN Paket C di Lapas Cianjur di ruang PKBM di lantai dua.

Menurut Santi, pelaksanaan UN Paket C yang dilaksanakan di Lapas Cianjur sudah ketiga kalinya. Jumlahnya setiap tahun mengalami peningkatan. Segala persiapan telah dilaksanakan sebelum mengikuti UN Paket C.

“Ini sudah disiapkan dari awal. Kami sudah siap apa yang harus dilaksanakan. Para peserta sangat antusias. Soalnya tidak semua sama, soalnya diacak dan tiap meja tidak mungkin sama. Makanya yang sudah tua dan muda, yang wajar dikdas tetap sama juga,” jelas dia.

Santi menegaskan, bahwa pelaksanaan UN Paket C tersebut tidak disubsidi oleh pemerintah. Seluruh biaya ditanggung oleh penyelenggara yang dalam hal ini Lapas Cianjur.

Ketua PKBM Lapas Kelas II B Cianjur, Suhandi mengatakan, sedianya UN Paket C di Lapas tersebut akan diikuti oleh 20 peserta. Namun pada saat pelaksanaanya, hanya 18 peserta yang bisa ikut. Pasalnya, kedua peserta tidak bisa mengikut ujian lantaran berhalangan.

“Memang peserta yang dua orang bukan penghuni Lapas, mereka dari luar. Kebetulan yang mengusulkan ikut di Lapas itu tutor di Lapas dan ternyata tidak masalah. Tapi meski dari luar, semua persyaratan juga harus dipenuhi. Kita tidak main terima begitu saja,” papar Suhendi.

Dikatakan Suhendi, pagi peserta UN kejar Paket C yang pada hari pertama tidak bisa mengikuti UN, maka mereka pun tetap bisa mengikuti ujian susulan.

“Nanti dinas yang lebih tahu tekhnisnya. Kalau anak-anak Lapas semuanya ikut dan itu telah kami siapkan jauh-jauh hari sebelum ujian. Dalam seminggu, 4-5 kali dalam mereka diberikan materi pembelajaran secara intensif,” urai dia.

Sementara, Mochamad Lutfi Mansyur (18) seorang peserta UN Paket C mengaku senang bisa ikut ujian. Ia tidak menyangka, meski tengah menjalani hukuman atas vonis hakim yang telah dijatuhkan padanya, dirinya masih bisa belajar dan ikut UN Paket C.

“Ya senang sih, tidak menyangka saja bisa ikut ujian. Harapannya ya bisa mendapatkan ijazah. Mudah-mudahan saja bisa lulus. Setelah keluar nanti bisa membawa ijazah,” kata Lutfi narapidana yang harus menjalani hukuman selama tiga tahun itu.(ruh/dep)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …