Cari Sendal, Eh Malah Nemu Macan Tutul

DIAMANKAN : Macan tutul yang diperkirakan berusia satu tahun  dimasukan ke dalam kandang anjing yang terbuat dari besi.

DIAMANKAN : Macan tutul yang diperkirakan berusia satu tahun dimasukan ke dalam kandang anjing yang terbuat dari besi.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Seekor macan tutul yang berasal dari cagar Alam Gunung Simpang, Kecamatan Naringgul membuat heboh masyarakat Desa Sukajadi. Pasalnya, keberadaan satwa yang dilindungi pemerintah ini berada di salah satu rumah warga saat berada di bawah kolong rumah panggung milik Harman warga Kampung Baru, Desa Sukajadi.

Berdasarkan Informasi yang terhimpun Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), macan tutul ini ditemukan pemilik rumah yang tidak sengaja memberi sinar melalui senter ke kolong rumahnya dengan tujuan mencari sendal jepit miliknya.

“Saat itu saya hendak mencari sendal jepit lantaran dicari-cari tidak kunjung ketemu. Saya ambil senter ke arah kolong rumah, bukan sandal yang didapat malahan dikagetkan seekor macan tutul,” kata Herman ditirukan Kepala Resort Wilayah 7 Bidang KSDA Satu Bogor, Odang saat dihubungi Radar Cianjur, kemarin.

Sambung Odang, sekitar pukul 08:00, Herman meloporkan kejadian itu ke pihak Desa Sukajadi. Dari desa laporan diteruskan ke pihak KSDA agar segera melakukan evakuasi terhadap seekor satwa yang berada di permukiman warga itu.

“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung meluncur ke lokasi untuk segera mengevakuasi macan tutul,” tutur Odang. Sesampainya di loaksi, pihaknya langsung melakukan evakuasi menggunakan alat manual yang terbuat dari jaring milik warga.

Setelah satu jam, sambung Odang, akhirnya macan tutul dapat diamankan dan ditangkap langsung Kepala Desa Sukajadi, Tatang DS. “Setelah usai evakwasi, satwa langsung diamankan dikandang anjing milik Hendri, lantaran kandang tersebut dianggap layak karena besar terbuat dari besi,” paparnya.

Ditanya apa penyebab keberadaan macan tutul di pemukiman warga? Ia menjawab, kemungkinan keberadaannya akibat telah terjadi konflik antar satwa yang mengakibatkan keluar dari hutan dan berada di pemukiman warga.

Diperkirakan, satwa ini baru berumur satu tahun sebab masih kecil dan untuk jenis kelaminnya belum diketahui. “Kami tidak bisa memastikan jenis kelamin apa satwa ini, sebab kami masih menunggu tim dari Taman Safari Bogor yang akan menjemput satwa yang dilindungi pemerintah ini,” pungkasnya.(rik/dep)

Feeds