Beredar Jeruk HIV/AIDS, Ini Kata Dinkes

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Maraknya pemberitaan di sosial media Aljazair terkait keberadaan jeruk yang mengandung HIV/AIDS menuai perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Dinkes mengimbau, masyarakat tidak perlu panik karena keberadaan virus HIV tak dapat menular melalui media makanan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Dindin Budhi memaparkan, HIV hanya dapat hidup dalam tubuh manusia. Virus ini tidak hidup pada lingkungan di luar tubuh manusia. Ada banyak faktor yang menentukan masa virus dapat hidup di luar tubuh.

“Hal ini bergantung pada kondisi lingkungan tempat virus itu berada. Karena kondisi lingkungan berubah-ubah, sehingga memungkinkan virus dapat bertahan hidup lebih lama,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Lanjutnya, tidak ada satu ketentuan waktu yang sama dalam hal daya tahan hidup HIV di luar tubuh. Tapi secara umum, virus itu hanya dapat hidup selama beberapa menit di luar tubuh.
Salah satu faktor lingkungan yang menentukan lamanya virus itu bertahan hidup adalah kelembaban di sekitar virus.

Virus tidak dapat hidup di lingkungan yang kering. Jadi bila virus itu berada dalam cairan tubuh seperti darah atau cairan kelamin yang mengering, virus otomatis akan mati. Namun, meskipun di lingkungan basah seperti kolam renang, pembuangan limbah dan lain sebagainya, virus itu tetap tidak dapat bertahan hidup.

“Di luar tubuh manusia, virus itu cepat menjadi lemah dan mati. Semakin lama berada di luar tubuh, semakin kecil kemungkinan penularan akan terjadi,” tambahnya. Biasanya, virus akan mati dalam beberapa menit setelah berada di luar tubuh.

Bila virus berada di luar tubuh akan membuat virus itu tidak dapat bertahan hidup, kecuali bila virus itu masuk ke dalam tubuh orang lain dalam beberapa menit. (yaz/dep)

Feeds